Saturday, January 24, 2015

Cara Upgrade Flashing Evercoss A66A

Cara Upgrade Flashing Evercoss A66A

Kalau ada permasalahan pada Evercoss A66A tidak dapat melakukan koneksi internet ataupun terjadi hank { software tidak bekerja sempurna }, bisa dilakukan flashing upgrade versi Operating System nya. 

Proses Upgrade atau Flashing tersebut dapat Anda pelajari melalui tutorial yang kami berikan. File yang diperlukan diantaranya :
1. Aplikasi Root -  { ROOT dengan MTK Droid Root }
2. File untuk flashing atau Firmware, download Evercoss A66A_MT6582
3. Tutorialnya, silahkan download disini { file pdf dan video }


Pastikan backup datanya dengan menggunakan MTK Droid Tools
USB Debug sudah diaktifkan

Semoga bermanfaat


   

Friday, January 23, 2015

Cara Instal CustomROM Samsung Galaxy S5

Cara Instal CustomROM Samsung Galaxy S5



Setelah sukses install aplikasi Root-FramaROOT, mengaktifkan SuperSU, install aplikasi Mobileuncle untuk Backup IMEI dan install Recovery.img  selesai, kemudian masuk ke CWM berhasil di Evercoss A7S. 

Langkah selanjutnya install CustomROM Samsung Galaxy S5, Perhatikan prosesnya step by step.



Download CustomROM SAMSUNG GALAXY S5 
Download FramaROOT
Download Mobileuncle.Apk
Download Recovery.img 
Disini



Evercoss A7S ganti ROM SGS 5

Evercoss A7S ganti ROM SGS 5

Cara mudah mengganti StockRom Evercoss A7S versi Operating System { JellyBean }, yang perlu diperhatikan sebelum melanjutkan untuk bisa merubah ROM punya Evercoss A7S.

ClockworkMod
Perlengkapannya :
1. Evercoss A7S
2. SD Card - minimal 4Gb, versi class 10 { diutamakan }
    dan sudah di isi dengan file dibawah ini :

 File aplikasi Root - FramaRoot
 File Mobileuncle Tool.Apk
 File recovery.img
 File CustomROM , saya menggunakan versi  SM-G900T  SAMSUNG GALAXY S5-EVAS7



WARNING  : Backup Data !

Android di Evercoss A7S syaratnya harus di Root dulu
  
Aplikasi Root diantaranya :
Kingo Root
Lihat Videonya :
ROOT LENOVO A390


ROOT Evercoss A5K  

FramaRoot 
Impactor
SuperOneClick
SRSEasyRoot
RootGenius
Dan lain - lain.
Unduh semua aplikasi ROOT
 
Download File ROOT.Apk - File Mobileuncle Tool.Apk - File recovery.img

Simak Tutorial lengkap



Kebanyakan bagi pemula menemui file advanced tidak ada, hal ini dikarenakan proses instalasi nya salah ataupun file nya kurang lengkap bisa juga file rusak.

Demikian proses instal aplikasi Root dan CWM - ClockworkMod di Evercoss A7S selesai, selanjutnya proses instal CustomROM Samsung Galaxy S5.













Thursday, January 22, 2015

Cara Flashing Samsung GT-S 5610

Cara Flashing Samsung GT-S 5610

Samsung GT-S 5610, dengan spesifikasi yang lumayan lengkap dengan harga murah ini sudah berada di jaringan 3G dengan didukung fasilitas kamera 5MP. Walaupun layar LCD sangat kecil untuk ukuran trend pengguna handphone saat ini, tapi pemakai samsung jenis ini masih banyak.

Bagi Anda yang menggagumi handphone imut ini, apabila tiba-tiba terjadi kerusakan di software atau programnya seperti RESTART berulang-ulang.
Untuk caranya, mastersolusiponsel membantu memberikan solusi flashing Samsung GT-S5610 ini dengan file PDF agar dapat mempermudah ketika Anda melakukan flashing.

Anda dapat mendownload file PDF di bawah ini




Langsung download file disini

Semoga bermanfaat

Wednesday, January 21, 2015

Presiden Joko Widodo Kunjungi Perbatasan

Presiden Joko Widodo Kunjungi Perbatasan

Kunjungi Entikong, Jokowi Janji Perbaiki Kawasan Perbatasan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan merehab Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) di Entikong, Kalimantan Barat (Kalbar). Menurut Jokowi, kondisi pos di perbatasan ini tidak mengenakkan. Hal itu diungkapkan Jokowi saat meninjau PPLB Entikong yang merupakan pintu perbatasan darat pertama Indonesia, Rabu (21/1/2015).

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Widodo dan Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto tampak kecewa melihat kondisi pos perbatasan tersebut. “Saya dapat informasi tadi, memang sudah lebih dari 25 tahun enggak di apa-apain, bila dibandingkan dengan negara tetangga memang sangat jauh ketinggalan, “ kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, jika dilihat dari sisi pelayanan dan fisik gedung, kondisi PPLB Entikong sangat jauh dibandingkan negara tetangga. Pada tahun ini, kata Jokowi, pemerintah akan mulai membangun kawasan perbatasan Entikong dan wilayah perbatasan lain di Indonesia. “Khusus PPLB Entikong, pembangunannya akan dimulai Maret mendatang,” kata Jokowi.

Pada Desember mendatang, lanjut Jokowi, ia akan kembali mengunjungi PPLB entikong untuk melihat perkembangan pembangunan yang sudah berjalan. Dalam kunjungannya ini, Presiden juga berdialog dengan masyarakat setempat. Salah satu yang dikeluhkan masyarakat adalah kondisi jalan darat dari Entikong-Pontianak yang mengalami rusak berat.

Proyek jalan Trans Kalimantan - Selain ke Entikong, Presiden Jokowi dan rombongan juga mengunjungi proyek pembangunan jalan akses dan Jembatan Tayan yang berada di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Jembatan Tayan menghubungkan Pulau Tayan dengan daerah Kecamatan Tayan dan Bisak.

Sementara, sasaran akhir proyek pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalbar pada tahun anggaran 2015 adalah selesainya jalan akses Sajingan–Aruk (11,6km), Balai Karangan– ntikong (19,2 km), dan Nanga Badau–Batas Serawak (3,8) km. Semua proyek ini merupakan akses menuju perbatasan Kalimantan Barat. Presiden Jokowi meminta agar proyek ini dikawal dan diselesaikan tepat waktu. “Ini wilayah perbatasan akan dijadikan etalase Indonesia,” ujarnya. Sumber : setkab - kompas

Tuesday, January 6, 2015

100 Hari Kinerja Kabinet Kerja Jokowi-JK

100 Hari Kinerja Kabinet Kerja Jokowi-JK

100 Hari Kinerja Kabinet Kerja Jokowi-JK
DPR Minta Jokowi Evaluasi 100 Hari Kinerja Kabinet - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi kinerja kabinetnya setelah 100 hari dibentuk.

Fahri melihat ada banyak persoalan yang telah diciptakan Jokowi maupun para menterinya.

"Seharusnya ada evaluasi kinerja 100 hari pemerintahan Jokowi. Ini mutlak dan menjadi hak publik untuk mengetahuinya," kata Fahri kepada wartawan di Jakarta, Selasa(6/1).

Fahri mencatat ada sejumlah kebijakan Jokowi yang berbahaya bagi demokrasi. Dia mencontohkan perintah Jokowi agar para menterinya tidak menanggapi undangan DPR saat pemerintahan baru dibentuk. Menurut Fahri perintah itu keliru karena mengesankan pemerintah bermusuhan dengan DPR. Padahal musuh DPR adalah sesama anggota DPR itu sendiri.

Wakil Sekretaris Jendral DPP PKS ini juga mempersoalkan keputusan Jokowi menaikan harga BBM tanpa berkonsultasi dengan DPR. Apalagi menaikan harga BBM bersubsidi dilakukan saat harga minyak mentah dunia sedang turun drastis. "Apakah benar harga BBM bersubsidi itu masih disubsidi?," tanya Fahri.

Kebijakan-kebijakan Jokowi juga terkesan tidak menghargai keberhasilan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal, SBY sudah mewariskan stabilitas politik, sosial, ekonomi, dan keamanan kepada pemerintahan Jokowi. SBY bahkan mau mengundang Jokowi dan menjelaskan tata kelola pemerintahan.

"Jokowi juga mendapatkan ruang fiskal sebesar Rp 250 triliun," ujar Fahri.

Tapi apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi? Pemerintahan Jokowi malah mengubah berbagai program sosial yang sudah dicanangkan SBY dengan nama baru.

Seolah segala program seperti beasiswa bagi siswa miskin, jaminan kesehatan untuk rakyat, dan program kesejahteraan bagi keluarga tidak mampu adalah hasil pemikiran Jokowi.

"Harusnya dia berterima kasih, tapi justru yang dia lakukan merubah program-program itu dengan nama lain dan mengklaim itu adalah hasil kerjanya," kata Fahri.

Sejauh ini Jokowi juga belum berhasil membuktikan jargon-jargon kampanye yang dia gembar-gemborkan. Fahri mencontohkan sampai saat ini tidak jelas apa yang dimaksud Jokowi dengan revolusi mental. Sebab tidak gerakan perubahan masif yang dilakukan pemerintah.

"Kalau revolusi mental harusnya ada gerakan yang masif dong, tapi ini tidak ada kan," tegasnya.

Cepat atau lambat rakyat akan bereaksi dengan berbagai kebijakan pemerintah. Fahri mengatakan kemarahan rakyat akan meledak apabila pemerintah terus melakukan kebijakan-kebijakan yang ngawur.

"Tapi kalau sudah waktunya maka dia akan meledak dan menimbulkan banyak kerusakan. Ini bisa terjadi kalau pemerintah terus tidak cermat. Di negara maju saja ada revolusi kok," kata Fahri. - Republika
Mantan Tim 11 Jokowi kini di Ring 1 Istana

Mantan Tim 11 Jokowi kini di Ring 1 Istana

Mantan Tim 11 Jokowi kini di Ring 1 Istana
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat sejumlah anggota tim yang dulu terlibat di Tim Transisi maupun Tim 11 menjadi 'pembantunya'. Ketua Tim Transisi Rini Soemarno kini menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara. Dua Deputi Tim yakni; Anies Baswedan diangkat menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara Andi Widjajanto ditunjuk sebagai Sekretaris Kabinet.

Pekan lalu, tiga mantan anggota Tim Transisi yang juga eks anggota Tim 11 yakni Teten Masduki, Alexander Lay, dan Jaleswari Pramodhawardhani diangkat sebagai staf khusus Sekretaris Kabinet.

Tim 11 dibentuk langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Salah satu tugas tim ini adalah menyusun materi kampanye Jokowi-JK.

Saat Jokowi dan JK ditetapkan sebagai calon presiden dan wakil persiden, Tim 11 dibubarkan dan dibentuklah Tim Transisi. Salah satu tugas tim ini adalah menyusun Arsitektur Kabinet dan Lembaga Kepresidenan untuk pemerintahan Jokowi - JK.

Setelah Jokowi-JK resmi berkantor di Istana, sebagian anggota Tim 11 dan Tim Transisi ada yang diangkat menjadi menteri, ada pula yang ditunjuk sebagai staf menteri.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengaku tak ambil pusing dengan tudingan adanya ajang 'bagi-bagi kursi' untuk mantan anggota Tim Transisi. "Ya nggak apa-apa juga toh kalau ada kesan seperti itu, lalu apa salahnya?" kata Andi di Istana Negara Jumat (2/1/2015) pekan lalu.

Namun belum semua mantan anggota Tim Transisi dan Tim 11 kini mendapat posisi di samping Jokowi. Ada Prananda Prabowo yang hingga kini belum 'dijawil' oleh Jokowi.

Padahal peran putra Ketum PDI Perjuangan Megawati itu dalam mengusung Jokowi tak bisa dibilang kecil. Prananda termasuk salah satu anggota Tim 11, bersama Andi Widjajanto, Teten dan Jaleswari.

Setelah KPU menetapkan Jokowi sebagai presiden terpilih, Prananda mendapat tempat di Tim Transisi Jokowi. Prananda memimpin Satuan Tugas Khusus (Satgasus) yang berfungsi membahas arah blusukan Joko Widodo. Kantor Transisi memang menjadi tempat membahas persiapan pemerintahan Jokowi-JK lima tahun ke depan.

Nantinya, Jokowi akan blusukan ke tempat-tempat yang bersifat mendesak untuk dikunjungi. Blusukan ini akan diatur oleh Satgasus beserta Jokowi juga tentunya. Blusukan semacam ini disebut sebagai Blusukan Tematik.

Nah, Prananda berperan memberikan masukan terkait blusukan yang selama ini sudah jadi tradisi kepemimpinan Jokowi ini. Kebetulan di internal PDIP Prananda juga memimpin pusat Litbang PDIP yang dikenal dengan istilah situation room.

Apa posisi untuk Prananda yang kini disiapkan oleh Jokowi? - Detik

Wednesday, December 31, 2014

Install Aplikasi ROOT di Android

Install Aplikasi ROOT di Android


Ada cara mudah agar Anda bisa memiliki hak penuh dalam membuka lisensi pabrikan yang ber operasional sistem Android, sebagai contoh ketika pengguna akan melakukan penggantian ROM MODifikasi diharuskan membuka legalitas aslinya yakni dengan bantuan proses ROOT.

Selain upgrade versi Android, kita juga bisa dengan mudah install aplikasi dari para pengembang yang telah memodifikasi sebuah ROM dari versi Android.

Beberapa aplikasi ROOT, penggunaannya ada yang diinstall secara manual dengan cara copy paste filenya ke dalam sdCard. Ada juga berupa file instalasi berektensi exe. Keduanya sama - sama berfungsi melakukan install file akan tetapi diantara kedua cara tersebut tidak semuanya kompatible dengan merk handphone tertentu.

Jika Anda melakukan eksperimen untuk melakukan ROOT silahkan dicoba beberapa file aplikasi yang ada dibawah ini :

* jika gagal install aplikasi ROOT tersebut tidak menyebabkan kerusakan software



1 . FramaROOT - Download

2. RootGenius - Download

3. SuperOneClick - Download

4. Impactor - Download

5. Kingo ROOT - Download


Harap diperhatikan

Untuk dapat menggunakan file aplikasi ROOT yang diinstal ke komputer atau laptop, prosesnya Anda diharuskan install USB Driver perangkat handphone { download } yang sesuai dengan typenya, kemudian jangan lupa pengaturan USB debug sudah aktif .




Download Android Driver

Download Android Driver

Berikut beberapa file Driver untuk Android :
1. ADB Driver
    versi 1.3.0
    versi 1.4.2
    Download ADB Driver

2. Samsung
    Usb Driver versi 1.5.33.0
    Usb Driver versi 1.5.45.0
    Usb Driver versi 1.5.49.0

3. Sony
    Xperia

4. LG
   Driver versi 3.10.1
   Driver versi 3.12.3

5. HTC
    Driver versi 4.11.0.001

6. Huawei
    Driver versi 1.0

Update USB Driver, bisa Anda gunakan untuk keperluan konektifitas Handphone agar dapat terbaca oleh komputer atau laptop.

All MTK USB Driver 2014
MTK Android PC Sync Tool V2.1233.1


Wednesday, December 24, 2014

Jokowi Kantongi 9 Nama Staf Kepresidenan

Jokowi Kantongi 9 Nama Staf Kepresidenan

Jokowi Kantongi 9 Nama Staf Kepresidenan
Presiden Jokowi sudah mengantongi nama-nama anggota staf kepresidenan. Jokowi akan menunjuk sembilan nama untuk mengisi posisi staf kepresidenan.

"Sudah ada, nama-nama sudah, dan kami tinggal mematangkan. Nanti akan diisi oleh sembilan orang," ujar Seskab Andi Widjajanto di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Andi menutup rapat siapa-siapa saja nama yang akan mengisi posisi tersebut. Namun menurutnya Presiden Jokowi saat ini terus berkomunikasi dengan para calon anggota staf kepresidenan.

"Pak Jokowi sekarang sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah orang yang akan mengisi posisi itu, jadi kita tunggu saja bulan depan," tuturnya.

Apakah ada nama Megawati dan Surya Paloh, Andi mengaku tidak tahu. Termasuk soal rumor Luhut Pandjaitan yang menjadi kepala Staf Kepresidenan.

"Tidak tahu siapa saja nama-namanya, tapi kalau berkomunikasi dengan mereka sebagai pimpinan parpol termasuk soal wantimpres ini normal-normal saja dilakukan," tutupnya.

Sekedar diketahui, sebelum Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dilantik, Tim Transisi telah menyusun rencana pembentukan Kantor Staf Kepresidenan. Kantor tersebut akan mensinergikan beberapa lembaga di bawah Presiden. Saat ini sedang diepersiapkan Perpres terkait
pembentukan Kantor Staf Kepresidenan tersebut.

Tim yang membentuk Perpres tersebut adalah Menteri PAN dan RB, Mensesneg, dan Seskab. Kantor Staf Kepresidenan nantinya akan membawahi Bappenas, UKP4, Setneg, dan Setkab.

Nantinya akan ada Kepala Staf Kepresidenan yang memimpin lembaga tersebut. Sempat pula muncul spekulasi bahwa jabatan ini akan diisi oleh salah satu dari pimpinan Tim Transisi. - detik

Monday, November 24, 2014

Jokowi Kalahkan Obama di Polling Majalah TIME

Jokowi Kalahkan Obama di Polling Majalah TIME

Polling TIME Person of The Year 2014Majalah TIME kembali membuat polling Person of The Year. Nama Presiden Joko Widodo masuk di dalamnya, berhadapan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Bagaimana hasilnya sejauh ini?

Polling dibuka sejak pertengahan November dan akan ditutup pada 6 Desember 2014 nanti. Sementara pengumuman Person of The Year akan dilakukan 8 Desember mendatang.

Sejauh ini, Jokowi berada di ranking ke-7 dengan 2,8 persen. Sementara di posisi puncak ada Narendra Modi dengan 13,5 persen. Presiden AS Barack Obama di posisi 12 dengan 2,3 persen, lalu Presiden Rusia Vladimir Putin di ranking ke-2 dengan 6,6 persen.

Dalam situs time.com, Senin (24/11/2014), foto Jokowi itu terpampang mengenakan kemeja putih head to head dengan Narendra Modi. Di bawah foto Jokowi tertulis keterangan mengenai profil singkat.

"Presiden Indonesia, mantan penjual mebel yang dikenal dengan nama Jokowi, adalah pemimpin negara pertama yang tidak berasal dari kaum elite," tulis TIME dalam profil singkat Jokowi.

Sementara Narendra Modi ditulis dalam profil singkatnya sebagai pemimpin yang kontroversial dan kuat dalam pengembangan ekonomi.

TIME menggelar voting Person of The Year untuk mengumpulkan opini publik internasional terhadap 50 tokoh dunia.
Person of The Year telah dilakukan TIME selama lebih dari 9 dekade. Tokoh yang terpilih adalah tokoh yang dinilai terbaik atau terburuk, dan sebagian besar kisahnya mempengaruhi berita atau kehidupan banyak orang.

"Pilihan ini dibuat oleh editor TIME, tapi kami selalu tertarik untuk mendengar siapa pembaca kami untuk mengambil judul," tulis TIME.

Para voters dapat memberikan pilihannya melalui Facebook, Twitter dan situs TIME.com sendiri. Setiap voting yang diberikan melalui media sosial diharapkan memberikan tagar #TIMEPOY.

Berikut 12 besar sementara hasil polling person of the year Time:

1. Narendra Modi 13,5 %
2. Vladimir Putin 6,6 %
3. Ferguson Protesters 4,7 %
4. Malala Yousafzal 4,6%
5. Ebola Doctors and Nurses 4%
6. Lavarne Cox 3,5%
7. Joko Widodo 2,8%
8. John Kerry 2,8%
9. Boko Haram Girls 2,5%
10. Elon Musk 2,5%
11. Pope Francis 2,3%
12. Barack Obama 2,3%

Sumber: Detik

Saturday, November 22, 2014

Foto Selfie Jokowi Bareng Teman Putra Bungsunya

Foto Selfie Jokowi Bareng Teman Putra Bungsunya

Foto Selfie Jokowi Bareng Teman-teman Putra Bungsunya
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengekspresikan rasa bahagianya menyambut kelulusan sang putra bungsu, Kaesang Pangarep. Jokowi bersama istri foto selfie bersama teman-teman Kaesang Anglo-Chinese School (International) di Singapura.

Foto selfie ini kemudian diunggah di akun Facebook milik Jokowi. Ratusan ribu akun FB, Sabtu (22/11/2014) pun menyukai foto ini. Sekitar 112.470 pemilik akun FB menyukainya dan foto ini dibagikan sebanyak 1.399 dan mendapat 5.182 komentar.

"Saya dan istri berfoto selfie dengan kawan-kawan anak ragil saya, Kaesang Pangarep yang baru lulus sekolah. Saya bangga sebagai orangtua dan hari itu saya bahagia sekali," tulis Jokowi di FB.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara menghadiri acara wisuda Kaesang di Singapura pada Jumat (21/11/2014) malam. Kehadiran orang nomor satu RI ini mendapat sambutan meriah dari siswa ASCI dan para tanu undangan acara wisuda tersebut. - TRIBUNNEWS

Wednesday, November 19, 2014

Video Parodi Pidato Joko Widodo di KTT APEC

Video Parodi Pidato Joko Widodo di KTT APEC

Pidato Jokowi Dihina Orang Indonesia tapi Dipuji Warga AsingPidato Presiden Joko Widodo di depan para CEO perusahaan dalam KTT APEC di Beijing beberapa waktu lalu, mengundang banyak perhatian lantaran dilakukan dalam bahasa Inggris, tanpa bantuan teks tertulis pula.

Kejadian ini lantas menarik minat Eka Gustiwana, komposer musik yang juga dikenal sering menggubah karya speech composing, untuk membuat video musik parodi.

"Kata siapa Bapak Presiden Jokowi nggak jago berbahasa Inggris? Buktinya beliau nyanyi tuh di hadapan para petinggi negara dan pemimpin perusahaan dunia," canda Eka dalam deskripsi video musik bersangkutan yang tayang di laman YouTube miliknya.

Video itu, memadukan potongan-potongan adegan dan dialog pidato Presiden Jokowi dalam bahasa Inggris yang dipilih agar sesuai dengan irama lagu pengiring buatan Eka. Teknik ini dikenal dengan istilah speech composing.

Eka tak lupa menambahkan, bahwa video musik buatannya hanya dimaksudkan sebagai parodi semata, bukan mewakili apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi atau memojokkan pihak mana pun. "Just for fun!" katanya.

Tayangan selengkapnya dari video parodi berjudul "Presiden Jokowi Nyanyi di APEC Beijing" itu bisa dilihat di bawah.

Laman YouTube Eka juga memuat berbagai video speech composing yang pernah dibuatnya sejauh ini, termasuk video "Mana Palunya Ceu Popong", "Jeremy Teti Nyanyi! BBM Campuran", serta "Demi Tuhan-Arya Wiguna" yang melambungkan namanya di jagat YouTube.

#Lihat pula : Pidato Bahasa Inggris Jokowi di KTT APEC

Thursday, November 13, 2014

Menteri Perindustrian Kabinet Kerja Jokowi-JK

Menteri Perindustrian Kabinet Kerja Jokowi-JK

Biografi Saleh Husin - Profil Menteri PerindustrianSaleh Husin, SE, M.Si. (lahir di Rote, 16 September 1963; umur 51 tahun) adalah Menteri Perindustrian dalam Kabinet Kerja 2014 - 2019. Saleh Husin,anak ke 3 dari 7 bersaudara ini lahir di Rote,16 September 1963.Terlahir dari keluarga miskin dengan perekonomian keluarga yang pas pasan.Ibunya Hj. Ma Aket hanya seorang pembuat kue, sedangkan Ayahnya H. Husin L adalah seorang nelayan.Kondisi perekonomian keluarga seperti ini tidak membuat Saleh berkecil hati, justru dengan kondisi seperti ini memicu Saleh untuk membangun semangat dalam mencapai cita citanya menjadi orang yang sukses. Saleh membantu orang tuanya dengan menjual kue dan ikan hasil tangkapan ayahnya.

Bersekolah sambil bekerja,itulah yang dilakukan Saleh hingga kelas 3 SMP. Pada saat masih SMA di SMA Palapa Kupang,Saleh bercita cita untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tanpa harus membebankan keluarga, dan dia berharap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dengan biaya dari negara. Setelah lulus SMA,Saleh memutuskan untuk mendaftar Akabri dan lulus tes pada tahun 1982, akan tetapi gagal di seleksi akhir karena mata kanannya terganggu. Akhirnya Saleh menjadi seorang pembantu di kediaman keluarga Henuhili,dan beruntungnya Saleh diterima dengan baik karena kelakuan baik Saleh.Pada tahun 1984 Saleh mencoba ikut tes Akabri lagi untuk kedua kalinya dan kegagalan lagi yang diterima Saleh pada saat itu dengan penyebab yang sama.

Kegagalan yang dialami Saleh tidak membuat Saleh menyerah,justru dari kegagalan itu Saleh berfikir untuk berubah haluan. Saleh sadar mungkin Militer bukan jalan hidupnya. Akhirnya Saleh mencoba untuk berbisnis dengan modal awal Rp. 500.000 pada tahun 1986.Modal didapatkan dari ibunya. Saleh mengawali dengan bisnis pembuatan banner sekolah, dia juga dibantu dari banyak pihak dalam penjualannya, seperti teman baiknya Firman Setiabudi anak dari Try Sutrisno (saat itu menjabat sebagai Pangdam v Jaya ), Nanan ( anak dari Megawati Soekarnoputri ),Ferdi Hasan ( artis ) dll.

Riwayat Pendidikan

SD Negeri-1 Baa, Rote (1975)
SMP Negeri-1 Baa, Rote (1979)
SMA Palapa, Kupang (1982)
S-1; Fakultas Ekonomi, Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Jakarta tahun 1996.
S-2; Magister Administrasi Publik, Universitas Krisnadwipayana selesai pada tahun 2007.
English Course in University of Oregon, Eugene, Oregon-USA (1992)
Kursus Reguler Angkatan (KRA) XXXIX Lemhannas (2006)
Public Speaking, John Robert Power

Pengalaman Kerja

Direktur PT Shelbi Pratama, Tahun 1989
PT Ades Alfindo Putra Setia, Tbk Jakarta sbg komisaris, Tahun 1993
PT. Varia Prima Bina Jasa
PT. Sapta Kencana Buana Jakarta sejak 1998
Anggota DPR RI (2009 - 2014)

Pengalaman Organisasi Politik sebagai Wakil sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hari Nurani Rakyat (HANURA)

Bisnis semakin sukses,itulah yang dialami Saleh.Jabatan bergengsi diraih Saleh, dari komisaris hingga direktur diduduki oleh Saleh di perusahaan perusahaan besar seperti PT. Ades Alfindo Putra Setia, Tbk Jakarta ( air minum Ades ) dll. Walaupun sudah sukses dalam karir, Saleh masih tetap mengutamakan pendidikan. Saleh melanjutkan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Khrisnadwipayana dan lulus pada tahun 1996. Pada saat kuliah, Saleh memutuskan menikah dengan Andresca,SE pada tahun 1994. Tidak puas hanya dengan S1, Saleh melanjutkan studi Magister Administrasi Publik di Universitas Khrisnadwipayana selesai pada tahun 2007. Lembaga non formal pun dijalani Saleh,diantaranya English Course in University of Oregon, Eugene, Oregon-USA (1992),Kursus Reguler Angkatan (KRA) XXXIX Lemhannas (2006) juga belajar public speaking serta mengikuti pendidikan kepribadian di John Robert Power.

Gelar, jabatan dan kesuksesan sudah diraih Saleh, kemudian mulailah Saleh menjalani dunia politik yang memang sudah sejak tahun 2001 diminati Saleh. Berawal dari Partai Amanat Nasional ( PAN ) dalam karir politiknya hingga berpindah ke Partai Hari Nurani Rakyat ( HANURA ) sebagai wakil sekretaris Dewan Pimpinan Pusat ( DPP )

Menteri Sosial Indonesia Kabinet Kerja Jokowi-JK

Menteri Sosial Indonesia Kabinet Kerja Jokowi-JK

Profil Biodata Khofifah Indar Parawansa - Menteri SosialDra. Khofifah Indar Parawansa (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965; umur 49 tahun) adalah Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1990 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya. Pada 26 Oktober 2014, ia dipilih oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Sosial, Kabinet Kerja periode 2014 - 2019.

Pendidikan

SD Taquma (1972-1978)
SMP Khodijah – Surabaya (1978-1981)
SMA Khodijah – Surabaya (1981-1984)
Strata I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya (1984-1991)
Strata I Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Surabaya (1984-1989)
Strata II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Jakarta (1993-1997)

Karier

Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997)
Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997)
Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998)
Wakil Ketua DPR RI (1999)
Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999)
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999-2001)
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001)
Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006)
Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004- 2006)
Anggota Komisi VII DPR RI (2006)
Menteri Sosial Kabinet Kerja (2014 - kini)

Forum Internasional

Studi banding pada penyiapan ratifikasi “Convention Against Illicit Trafic Psychotropic and Narcotic Drug” di Austria dan Belanda, yang diselenggarakan Internati onal Narcotic Control Board, Perserikatan Bangsa-Bangsa, di Wina, Austria, 1996.
Studi banding Antar-Parlemen di Mongolia, 1994
Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam “Women 2000, Gender Equality, Development and Peace for the Conventi on on The Elliminati on of All Forms of Discriminati on Against Women” di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, 28 Febuari 2000.
Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam “Women 2000, Gender Equality, Development and Peace for the Twenty First Country”: Beijing +5) Sidang Khusus ke-23 Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa, di New York, Amerika Serikat, 5-9 Juni 2000.
Ketua Delegasi Republik Indonesia pada pertemuan The Exchanges and Cooperati on in the Field of Family Planing Between China and Indonesia, 9-11 April 2001.
Ketua Delegasi Republik Indonesia pada Pertemuan Konsultasi Tingkat Menteri Asia-Pasifik di Beijing, China, pada 14-16 Mei 2001.
Menjadi narasumber pada Conference G ender Equity and Development in Indonesia yang diselenggarakan The Australian Nasional University, di Canberra, Australia, pada 21-22 September 2001.
Menjadi narasumber pada Conference On Women In Islam As Role Model di Berlin, Jerman, pada 24-26 Mei 2004.
Menjadi peserta World Council of Churches di Brazil, 15-21 Februari 2006.
Menjadi narasumber utama pada Commission on the Advancement of Women, Commission on the Status of Women, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, 1-2 Maret 2006.
Menjadi narasumber pada International Conference on Parliaments, Crisis Preventi on and Recovery, hosted by UNDP and the Government of Representatives of Belgium, 19-21 April 2006.
Menjadi narasumber pada Internati onal Conference of Islamic Scholars di Jakarta, Indonesia, Mei 2006.
Menjadi narasumber di Muktamar ke-5 Pertumbuhan- Pertumbuhan Perempuan Islam Dunia Islam Kontemporari di Shah Alam, Selanggor, Darul Ehsan, Malaysia, pada 13-15 Agustus 2006.


Menteri Transmigrasi PDTT Kabinet Kerja Jokowi-JK

Menteri Transmigrasi PDTT Kabinet Kerja Jokowi-JK

Biografi Marwan Jafar - Menteri Transmigrasi PDTTH. Marwan Jafar, S.E., S.H., BBA (lahir di Pati, Jawa Tengah, 12 Maret 1971; umur 43 tahun) adalah Menteri Transmigrasi PDTT pada Kabinet Kerja 2014–2019. Sebelumnya ia menjabat sebagai anggota DPR RI dari PKB mewakili Jawa Tengah. Di DPR, ia bertugas di Komisi V yang menangani Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia, Kementerian Perumahan Rakyat Indonesia, Kementerian Perhubungan Indonesia dan Badan SAR Nasional. Marwan Ja'far merupakan Ketua Fraksi PKB DPR.

Pendidikan

S1 Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (1991-1998)
S1 Ekonomi Universitas Gajayana Malang (1993-1998)
IMBI Yogyakarta Program BBA (1992-1995)
S2 Universitas Kebangsaan Malaysia Program Pascasarjana Hukum Tesis (2008)

Karier

Anggota DPR-RI periode 2014-2019
Anggota DPR-RI periode 2009-2014
Anggota DPR-RI periode 2004-2009
Komisaris PT. Wahana Sarana Jati (2004-sekarang)
Direktur PT. Wahana Sarana Jati (2000-2004)
Marwan & Sidabutar Partners Law Firm sebagai Senior Partners (2003)
Marketing Manager PT. Sentra Mekanindo (1999-2000)
Direktur PT. Madu Buana Abadi sebagai (2000)
Rusdiono & Partners Law Firm sebagai Konsultan Hukum (1999)

Sebelumnya dia menjabat sebagai sekretaris fraksi partai PKB. Dia juga pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU. Ketika itu, dia kerap menuangkan gagasan cemerlang tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Persatuan Santri Ahlusunnah Wal Jama'ah (PSAJ) yang merupakan organisasi sayap PKB siap menyampaikan rumusan Muskerwil ke DPW PKB Jateng dan DPP PKB. Marwan merupakan anggota DPR yang vokal saat memperjuangkan produk-produk kebijakan yang bersinggungan langsung dengan kepentingan warga NU. Maka dia dijagokan menjadi calon gubernur Jateng 2013. Dia dianggap sebagai sosok yang layak karena merupakan kader pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Marwan yang juga mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini tergolong loyal dan komitmen terhadap perjuangan pesantren dan NU.

Wednesday, November 12, 2014

Menteri Pariwisata Kabinet Kerja Presiden Jokowi-JK

Menteri Pariwisata Kabinet Kerja Presiden Jokowi-JK

Profil Biografi Arief Yahya - Menteri Pariwisata IndonesiaDr. Ir. Arief Yahya, M.Sc. (lahir di Banyuwangi, 2 Maret 1961; umur 53 tahun) adalah Menteri Pariwisata Indonesia yang menjabat dari 27 Oktober 2014 pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Sebelumnya ia menjabat sebagai CEO PT Telekomunikasi Indonesia sejak 11 Mei 2012 menggantikan posisi Rinaldi Firmansyah. Ia lahir di Banyuwangi pada tanggal 2 Maret 1961. Ia adalah putra dari Said Suhadi, seorang pedangang dan istrinya Siti Badriya yang aktif dalam organisasi keagamaan. Pada saat mudanya, usaha yang dijalani oleh ayahnya mengalami kemunduran sehingga keadaan ekonomi keluarga mulai mengalami gangguan. Sosok ibunya inilah yang menjadi panutan Arief untuk tetap tegar dalam kondisi tersebut.

Ia lalu melanjutkan studinya ke Institut Teknologi Bandung, mengambil jurusan Teknik Elektro. Pernah suatu ketika ia dan kawan-kawannya sesama mahasiswa ITB mengikuti kuis Pesona 13 sebuah tayangan di TVRI yang dipandu oeh Bob Tutupoly yang populer pada tahun 1994 hinga 1997, dalam kuis tersebut Arief dan kawan-kawannya berhasil menang. Arief adalah seseorang yang dikenal sebagai seseorang yang beriorientasi pada sosok ibu. Ia sempat merasakan kehilangan yang mendalam saat ibunya meninggal dunia saat ia masih melanjutkan pendidikan di Universitas Surrey, Inggris. Ia melanjutkan studi ke Inggris dalam rangka pembinaan karyawan PT. Telkom, perusaahaan yang membesarkan namanya hingga sebelum menjadi menteri.

Riwayat pendidikan

SMA / SMPP 1 Banyuwangi (saat ini dibagi menjadi 2 sekolah yaitu SMA Negeri 1 Glagah dan SMA Negeri 1 Giri), lulus tahun 1979.
Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung.
Telematics (Software & Telecommunications) di Universitas Surrey, Inggris.
Program doktoral Universitas Padjadjaran.

Sebagai karyawan di PT. Telkom, Arief pernah menduduki beberapa jabatan, yakni menjadi Kandatel di DKI Jakarta dan Kalimantan. Berbagai prestasi juga ia torehkan yakni, The Best Kandatel (Kantor Daerah Telekomunikasi), Pemasaran telepon terbaik Telkom Jakarta, Gema Telkom Award 2 kali, Telkom Jakarta Barat, 2002. Penghargaan keberhasilan kecepatan Recovery Fastel, akibat bencana banjir di Kawasan Segitiga Emas Jakarta untuk Telkom Jakarta Barat, 2002. Kandatel Terbaik Malcolm Baldrige National Quality Award, 614, Score terbaik Nasional, Telkom Jakarta Barat, 2002.

Kepala Divisi Regional (Kadivre) Terbaik The Best Sponsor, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, Kadivre VI Kalimantan, 2003. The Best DIVRE in Corporate Culture Actualisation The Best Unit, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, DIVRE VI Kalimantan, 2003. Pencapaian target pemasaran tercepat dan terbesar di Kalimantan, 50 ribu SST dalam waktu 6 bulan, 100 ribu dalam 1 tahun, 2003. Operator VSAT terbaik. Operator VSAT Dial Away terbaik se Asia Tenggara, Penghargaan oleh Gilat Satellite Co, untuk Telkom Kalimantan, 2003. Penerapan aplikasi Geographical Information System (GIS) Telkom Kalimantan pada PT PLN Wilayah KaltimSel, 2003.

Kerja Sama Penyelenggaraan Fastel (Sertio Plus) CDMA 2000 1X sebanyak 1000 sst dengan Pihak PEMDA Kutai Kertanegara, untuk pertama kali di Indonesia, 2003. Kerja Sama Penyelenggaraan Fastel (Sertio Plus) CDMA 2000 1X sebanyak 1000 sst dengan Pihak PEMDA Kutai Timur, 2003. Pencetusan Exclusive Service Area (ESA), berupa penyediaan dan penyelenggaraan Fastel di daerah terpencil oleh pihak ke III, di Tanjung Redeb, sebanyak 1000 SST, 2003. Zero Accident Award Penghargaan Kecelakaan Kerja Nihil 2003 dari Menakertrans, Telkom Kalimantan. Kadivre Terbaik, Penghargaan Management War Room terbaik 2003, The Best Jalur Komando Award, Panglima Daerah VI Kalimantan. Divre Terbaik, Rocky of The Year 2003, Untuk Management Flexi, DIVRE VI Kalimantan.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Telkom Indonesia, pada tanggal 11 Mei 2012, Arief ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Telkom Indonesia untuk periode 2012 hingga 2017. Belum satu tahun Arief Yahya menjadi Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Tepatnya sejak Mei 2012. Namun, bisnis Telkom dan anak perusahaannya terus bermekaran sampai ke luar negeri. Telkom (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk), dengan anak perusahaannya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) mengembangkan sayapnya ke Timor Leste. Pekan lalu, Telin juga mengembangkan sayap ke Australia. Sejak Oktober 2012 lalu, Telin sudah melayani Hongkong, Malaysia, dan Singapura.

Sebelum menjadi orang nomor 1 di Telkom, Arief Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia semenjak tahun 2005. Ketika duduk di jabatan ini, Arief memperoleh beberapa penghargaan. Antara lain Satyalencana Pembangunan di tahun 2006 atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima di Kalimantan dan Jawa Timur dari Presiden RI. Di tahun yang sama, Arief juga masuk dalam daftar ”25 Business Future Leader” versi majalah Swa. Arief juga terpilih sebagai penerima Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review 2012 dari majalah Business Review. Terakhir, Arief terpilih sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012.

Prestasi yang diraih Arief ini juga berbanding dengan prestasi yang diraih Telkom. Pendapatan Telkom sampai dengan September 2012 tercatat sebesar Rp 56,864 triliun. Sedangkan labanya sebesar Rp 14,11 triliun. Research Analyst PT Deutsche Bank Verdhana Indonesia, Raymond Kosasih, memprediksi harga saham Telkom berpotensi tembus Rp 12.000 per lembar. Pendapatan BUMN telekomunikasi itu hingga akhir tahun 2012 berpotensi mencapai Rp 73,045 triliun, naik 2,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 71,253 triliun. Sedangkan laba bersihnya diproyeksikan meningkat 19,65 persen menjadi Rp 13,12 triliun dibandingkan Rp 10,96 triliun pada tahun 2011.

Ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pariwisata pada perkenalan kabinet di halaman Istana Merdeka pada tanggal 26 Oktober 2014 dan dilantik keesokan harinya. Ia salah satu dari dua nama kandidat menteri dari Banyuwangi. Sebelumnya Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas juga diprediksikan mengisi pos jabatan menteri dalam kabinet Presiden Joko Widodo. Kini di bawah kendali Arief, Kementerian Pariwisata mendapatkan tugas berat. Apalagi, Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan meraih 20 juta wistawan mancanegara (wisman) sampai 2019. Untuk mencapai target tersebut jelas diperlukan kerja keras. Dalam dua tahun terakhir pariwisata Indonesia tumbuh di atas angka 8 persen hingga jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai kisaran 8-9 jutaan. Tahun 2014 Kemenparekraf hanya mematok target kunjungan wisman 9,5 juta orang sampai tutup tahun. Sedangkan tahun lalu tercatat sebanyak 8,7 juta wisman mengunjungi Indonesia sampai tutup tahun.
 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia

Profil Biografi Sofyan Djalil - Menteri Koordinator Bidang PerekonomianDr. Sofyan A. Djalil, SH, MA, MALD (lahir di Aceh Timur, Aceh, Indonesia, 23 September 1953; umur 61 tahun) adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya dari Oktober 2004 hingga Mei 2007 ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika dalam kabinet yang sama. Pada 26 Oktober 2014, ia dipilih menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia di Kabinet Kerja Periode 2014-2019 oleh Presiden Jokowi.

Sofyan berasal dari keluarga sederhana di Peureulak, Aceh Timur. Karena dia sadar kemampuan ayahnya yang tukang cukur dan ibunya yang guru ngaji, Sofyan saat kecil mencari uang dengan menjual telur itik di daerahnya. Sejak dewasa, dia pindah ke Jakarta, dan sempat menjadi penjaga mesjid di Menteng Raya 58 dan kondektur metromini. Pada saat itu juga ia terlibat dalam aktivitas kegiatan kemasyarakatan sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII). Seiring perjalanan waktu, dengan kegigihan yang dimiliki Sofyan, akhirnya dia bisa kuliah di Universitas Indonesia, dan suatu ketika berkenalan dengan Ratna Megawangi dari IPB Bogor, sampai mereka menjalani kehidupan keluarga dan kuliah di Amerika.

Pendidikan

Sarjana Hukum (SH), Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, bidang studi Hukum Bisnis, tahun 1984
Master of Arts (M.A.), The Graduate School of Arts and Sciences, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat, bidang studi Public Policy, tahun 1989
Master of Arts in Law and Diplomacy (M.A.L.D.), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Economic Relation, tahun 1991
Doctor of Philosophy (Ph.D), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Financial and Capital Market Law and Policy, tahun 1993

Sertifikasi

Wakil Penjamin Emisi Efek, Panitia Standar Profesi Pasar Modal, tahun 1996
Wakil Manajer Investasi, Panitia Standar Profesi Pasar Modal, tahun 1997

Pengalaman kerja

Menteri Negara BUMN Republik Indonesia
Managing Partner, Sofyan Djalil & Partners
Komisaris Utama, PT Multi Adiprakarsa Manunggal (Kartuku)
Komisaris Independen, PT Kimia Farma, Tbk (Mei 2003-sekarang)
Pengurus, Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia, LKDI (2003-sekarang)
Anggota, Badan Arbitrasi Pasar Modal Indonesia, BAPMI (2003-sekarang)
Anggota Tim Ahli, Komite Nasional Good Corporate Governance (2001-sekarang)
Anggota Tim Pakar, Departemen Kehakiman dan HAM RI (2001-sekarang)
Konsultan Good Corporate Governance untuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Elnusa, PT Jamsostek, PT Waskita Karya, PT Surveyor Indonesia, PT Pupuk Kujang, PT Wijaya Karya, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Pelabuhan Indonesia III, Perum Pegadaian, PT Indonesia Power, PT Pupuk Sriwijaya, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (2001-2004)
Konsultan Corporate Communication, untuk PT Caltex Pacific Indonesia, PT PLN Kantor Pusat (200-2004)
Direktur Eksekutif, Lembaga Komisaris dan Direksi Indonesia (2001-2003)
Komisaris Utama, PT Pupuk Iskandar Muda (1999-Juli 2004)
Komisaris, PT Perusahaan Listrik Negara (1999-Mei 2002)
Komisaris, PT Pelabuhan Indonesia III (1998-Mei 2001)
Anggota, Komite Nasional Kebijakan Good Corporate Governance (1999-2000)
Staf Ahli Menteri Negara Pendayagunaan BUMN bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM/Asisten Kepala Badan Pembina BUMN Bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM (Juni 1998-Februari 2000)
Kepala Divisi Riset dan Pengembangan, PT Bursa Efek Jakarta (Maret 1998-Juni 19988)
Konsultan, pada Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVI); Brunei Investment Agency (BIA); Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD (TWP-AD), dan lain-lain (1997)
Konsultan/Narasumber persiapan go public pada berbagai perusahaan PT Garuda Indonesia, PT Telkom, Pasaraya, Pupuk Kaltim, Bank Tata, SZS Consulting, Bank Jaya, dan lain-lain (1997)
Peneliti/Konsultan, Centre for Policy and Implementation Studies (CPIS)-Departemen Keuangan, menangani berbagai proyek antara lain Kupedes/Simpedes untuk BRI, Program Restrukturisasi BUMN, Perdagangan Internasional dan Kerjasama Regional, dan lain-lain (1997)
Tim mediasi perundingan pemerintah RI dan GAM di Helsinki, Finlandia, (2004-2005)

Pengalaman akademis dan organisasi

Dosen, pada Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (2001-sekarang)
Dosen, pada Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum UI (2000-sekarang)
Dosen, pada Fakultas Ekonomi dan Program Magister Manajemen Universitas Indonesia (FE-UI dan MM-UI) (1993-sekarang)
Dosen, pada Diklat Manajemen LPPM, Jakarta (1997)
Dosen, pada Diklat Pengembangan Kepemimpinan Profesional (DPKP) BUMN-Departemen Keuangan (1997)
Dosen, pada Program Magister Manajemen Universitas Sahid dan LPPM (1994-1995)
Dosen, pada Lembaga Manajemen Keuangan dan Akuntansi (LMKA), Yayasan Pengembangan Insan Pasar Modal (Yuppies), LM-Gika, Equitas Institute (1994-1995)
Dewan Kehormatan Pusat Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) 2008-2011.
Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah

Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah

Biografi Anies Baswedan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan MenengahAnies Rasyid Baswedan Ph.D., (lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969; umur 45 tahun) adalah Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia ke-26. Ia adalah seorang intelektual dan akademisi asal Indonesia. Cucu dari pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan, ia menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar dan menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun. Menjelang pemilihan umum presiden Indonesia 2014, ia ikut mencalonkan diri menjadi calon presiden lewat konvensi Partai Demokrat.

Anies dilahirkan di Kuningan, Jawa Barat pada tanggal 7 Mei 1969 dari pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid. Anies mulai mengenyam bangku pendidikan pada usia 5 tahun. Saat itu, ia bersekolah di TK Masjid Syuhada. Menginjak usia enam tahun, Anies masuk ke SD Laboratori, Yogyakarta. Setelah lulus SD, Anies diterima di SMP Negeri 5 Yogyakarta. Dia bergabung dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah di sekolahnya, dan menduduki jabatan sebagai pengurus bidang humas," karena tugasnya mengabarkan kematian. Anies juga pernah ditunjuk menjadi ketua panitia tutup tahun di SMP-nya.

Lulus dari SMP, Anies meneruskan pendidikannya di SMA Negeri 2 Yogyakarta. Dia tetap aktif berorganisasi hingga terpilih menjadi Wakil Ketua OSIS, dan mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama tiga ratus orang Ketua OSIS se-Indonesia. Hasilnya, Anies terpilih menjadi Ketua OSIS se-Indonesia pada tahun 1985. Pada tahun 1987, dia terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal selama setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Program ini membuatnya menempuh masa SMA selama empat tahun dan baru lulus pada tahun 1989. Sekembalinya ke Yogyakarta, Anies mendapat kesempatan berperan di bidang jurnalistik. Ia bergabung dengan program Tanah Merdeka di Televisi Republik Indonesia cabang Yogyakarta, dan mendapat peran sebagai pewawancara tetap tokoh-tokoh nasional.

Anies diterima masuk di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dia tetap aktif berorganisasi, bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam dan menjadi salah satu anggota Majelis Penyelamat Organisasi HMI UGM. Di fakultasnya, Anies menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa dan ikut membidani kelahiran kembali Senat Mahasiswa UGM setelah pembekuan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia terpilih menjadi Ketua Senat Universitas pada kongres tahun 1992, dan membuat beberapa gebrakan dalam lembaga kemahasiswaan. Anies membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga eksekutif memosisikan senat sebagai lembaga legislatif, yang disahkan oleh kongres pada tahun 1993. Masa kepemimpinannya juga ditandai dengan dimulainya gerakan berbasis riset, sebuah tanggapan atas tereksposnya kasus BPPC yang menyangkut putra Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra. Anies turut menginisiasi demonstrasi melawan penerapan Sistem Dana Sosial Berhadiah pada bulan November 1993 di Yogyakarta.

Pada tahun 1993, Anies mendapat beasiswa dari untuk JAL Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas di Sophia University, Tokyo dalam bidang kajian Asia. Beasiswa ini ia dapatkan setelah memenangkan sebuah lomba menulis mengenai lingkungan. Setelah lulus kuliah, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM, sebelum mendapat beasiswa Fulbright dari AMINEF untuk melanjutkan kuliah masternya dalam bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, University of Maryland, College Park pada tahun 1997. Ia juga dianugerahi William P. Cole III Fellow di universitasnya, dan lulus pada bulan Desember 1998.

Sesaat setelah lulus dari Maryland, Anies kembali mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya dalam bidang ilmu politik di Northern Illinois University pada tahun 1999. Dia bekerja sebagai asisten peneliti di Office of Research, Evaluation, and Policy Studies di kampusnya, dan meraih beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow, penghargaan yang hanya diberikan kepada mahasiswa NIU yang berprestasi dalam bidang ilmu politik pada tahun 2004.[5] Disertasinya doktoralnya yang berjudul Regional Autonomy and Patterns of Democracy in Indonesia menginvestigasi efek dari kebijakan desentralisasi terhadap daya respon dan transparansi pemerintah daerah serta partisipasi publik, menggunakan data survei dari 177 kabupaten/ kota di Indonesia. Dia lulus pada tahun 2005.

Dalam berbagai kesempatan, Anies Baswedan selalu mengatakan ada tiga hal yang ia jadikan pedoman dalam memilih karier. Apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah masih dapat menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, apakah mempunyai pengaruh sosial. Selesai program Strata 1 (S1) di Fakultas Ekonomi UGM, Anies Baswedan sempat berkarier sebagai peneliti dan koordinator proyek di Pusat Antar-Universitas Studi Ekonomi UGM. Kariernya di sana tak berlangsung lama, sebab pada 1996 ia mendapatkan beasiswa program master ke Amerika Serikat. Selesai mengambil kuliah doktor pada 2004, karena tidak memiliki uang untuk kembali ke tanah air, Anies sempat bekerja sebagai manajer riset di IPC, Inc. Chicago, sebuah asosiasi perusahaan elektronik sedunia. Kecintaannya pada tanah air membuatnya kembali ke Indonesia.

Ia kemudian bergabung dengan Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan sebuah lembaga non-profit yang berfokus pada reformasi birokrasi di beragam wilayah di Indonesia dengan menekankan kerjasama antara pemerintah dengan sektor sipil. Hal ini tentu saja tak lepas dari kepeduliannya terhadap demokrasi, otonomi daerah dan desentralisasi seperti tertuang dalam disertasi dan artikel-artikelnya di beragam jurnal dan media. Ia kemudian menjadi direktur riset The Indonesian Institute. Ini merupakan lembaga penelitian kebijakan publik yang didirikan pada Oktober 2004 oleh aktivis dan intelektual muda yang dinamis. Kariernya di The Indonesian Institute tentu tak lepas dari latar belakang pendidikannya di bidang kebijakan publik.

Pada 15 Mei 2007, Anies Baswedan menemui momen penting dalam kariernya. Ia dilantik menjadi Rektor Universitas Paramadina, menggantikan posisi yang dulu ditempati oleh cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid atau biasa disapa dengan Cak Nur, yang juga merupakan pendiri universitas tersebut. Komitmen Anies Baswedan untuk ikut turun tangan mendorong orang-orang baik ia lanjutkan dengan membantu pasangan capres-cawapres Jokowi-JK dalam pilpres 2014. Anies membantu pasangan nomor urut dua dalam Pilpres 2014 ini dengan menjadi juru bicara pasangan tersebut.

Anies merupakan cucu dari pejuang nasional Abdurrahman Baswedan, seorang jurnalis dan diplomat yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada masa revolusi fisik. Kedua orang tuanya berasal dari kalangan akademis. Ayahnya, Drs. Rasyid Baswedan, merupakan dosen di Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, sementara ibunya, Prof. Dr. Aliyah Rasyid, M.Pd. merupakan guru besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta. Anies menikah dengan Fery Farhati Ganis, seorang sarjana psikologi dari Universitas Gadjah Mada pada tanggal 11 Mei 1996. Fery mendapat gelar magisternya dalam bidang parenting education dari Northern Illinois University. Pasangan ini dikaruniai empat orang anak: Mutiara Annisa, Mikail Azizi, Kaisar Hakam dan Ismail Hakim.