Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Friday, February 17, 2017

Heboh, Ini Pengakuan Siti Aisyah, WNI yang Terjerat Kasus Pembunuhan Warga Korea Utara!

Heboh, Ini Pengakuan Siti Aisyah, WNI yang Terjerat Kasus Pembunuhan Warga Korea Utara!

Heboh,Ini Pengakuan Siti Aisyah, WNI yang Terjerat Kasus Pembunuhan Warga Korea Utara!
Copyright ©Mirror

#batanguntukindonesia - Kepolisian Malaysia menjelaskan dua perempuan dan empat laki-laki tersangka pembunuhan Kim Jong-nam tidak saling mengenal satu sama lain, sebelum mereka dibawa ke lokasi kejadian untuk membunuh saudara seayah Kim Jong-un itu.

Menurut informasi dari Telegraph, keenam tersangka, yang sebagian besar dianggap sleeper agent, semua tinggal di Kuala Lumpur. Mereka direkrut dan diarahkan untuk membunuh oleh seorang pria rahasia yang merupakan titik agen.

Siti Aisyah, tersangka WNI yang ditangkap pada Selasa dini hari, telah tinggal di Kuala Lumpur selama beberapa bulan. Dia bekerja sebagai hostess di sebuah klub malam di ibu kota Malaysia. Aishah didekati oleh seorang pria misterius di klub malam di mana dia bekerja dan menawarkan 100 dolar AS.

Siti yang membutuhkan uang akhirnya bersedia menerima tawaran tersebut. Dia bahkan tidak tahu siapa saja tersangka lainnya. Dia hanya mengira yang mengajaknya dan tersangka lainnya adalah kru acara televisi reality show komedi. Siti bahkan tidak mengenal siapa Kim Jong-nam.

Sedangkan tersangka perempuan lain, seorang wanita Vietnam Doan Thi Huong, mengaku kepada polisi mereka dibujuk untuk menyerang Kim sebagai bagian dari lelucon. Dia juga mengatakan kepada polisi telah tertipu karena ternyata menyeka racun pada Kim.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa kedua perempuan tersebut tidak meninggalkan bandara internasional Kuala Lumpur, tempat serangan itu, dengan tergesa-gesa. Terlihat mereka berdiri santai saat menunggu taksi di pintu keluar.

Republika
Pembunuhan Jong-nam, JK Duga Siti Aisyah Korban Rekayasa seolah dia sedang Ikut dalam Reality Show

Pembunuhan Jong-nam, JK Duga Siti Aisyah Korban Rekayasa seolah dia sedang Ikut dalam Reality Show


Foto: halloapakabar

#batanguntukindonesia - Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan, Siti Aisyah merupakan warga negara Indonesia yang diduga sebagai salah satu pelaku pembunuhan Kim Jong-nam. Menurut dia, Kim Jong-nam merupakan korban dari korban dan Siti Aisyah yang juga ikut terseret sebagai korban.

"Jadi Kim Jong-nam itu ya korban dari korban, karena ini Siti Aisyah korban juga. Berlapis korbannya," ujar Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (17/2).

Menurut Jusuf Kalla, kalau benar Siti Aisyah merupakan agen semestinya dia langsung menghilang dan sudah tidak ketahuan ke mana rimbanya. Akan tetapi, Siti Aisyah justru bersembunyi di hotel di sekitar Kuala Lumpur.

Jusuf Kalla memperkirakan, racun yang disemprotkan oleh Siti Aisyah merupakan metode atau teknologi baru dengan cara sederhana. Jusuf Kalla juga menduga, Siti Aisyah menjadi korban dari semacam rekayasa atau penipuan seolah-olah dia sedang ikut dalam reality show.

"Iya reality show, itu kan orang bisa lihat di media, dia pikir begitu. Kadang-kadang pakai kamera tersembunyi atau jarak jauh," ujar Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mengatakan, kedutaan Indonesia di Malaysia sudah siap bergerak untuk membela Siti Aisyah. Pemerintah Indonesia akan menunggu laporan dengan melihat potongan-potongan kejadian secara lengkap dan menyeluruh.

Republika
WNI Terjerat Kasus Pembunuhan Warga Korea Utara Kakak Tiri Kim Jong-un, Polri Belum Diizinkan Temui WNI ini

WNI Terjerat Kasus Pembunuhan Warga Korea Utara Kakak Tiri Kim Jong-un, Polri Belum Diizinkan Temui WNI ini

WNI Terjerat Kasus Pembunuhan Warga Korea Utara Kakak Tiri Kim Jong-un, Polri Belum Diizinkan Temui WNI ini
Foto Kim Jong-nam dan Kim Jong-un: voanews

#batanguntukindonesia - Salah seorang warga negara Indonesia (WNI) atas nama AI (25) terjerat dalam kasus dugaan pembunuhan salah seorang warga Korea Utara (Korut), Kim Jong-nam. Kim Jong-nam ini merupakan kakak tiri dari pimpinan Korea Utara Kim Jong-un.

Untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut, aparat kepolisian pun melakukan penyelidikan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Sayangnya, atase kepolisian KBRI hingga saat masih belum mendapatkan izin untuk bertemu dengan SA.

"Tapi otoritas di sana belum diizinkan karena masih pemeriksaan 7x24 jam oleh polis diraja Malaysia (PDAM)," kata Kabagpenum Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri Jakarta Selatan, Jumat (17/2).

Padahal kata dia, untuk menelusuri dugaan pembunuhan ini polri perlu untuk memverifikasi identitas SA lebih dahulu. Apakah benar KTP tersebut asli, alamatnya asli, dan paspor pun asli. Namun, setelah pihak KBRI mengajukan pertemuan dengan SA, kenyataannya masih harus menunggu otoritas PDAM melakukan pemeriksaan.

"Kita berupaya dapatkan data valid dari yang bersangkutan. Berdasarkan data yang udah terpublish, paspor, kita patut duga itu asli atau palsu. Ini penting supaya kami dalami sejauh mana yang bersangkutan beraktivitas termasuk berpindah ke wilayah Jakarta," ujarnya.

Namun, karena belum diizinkan, maka pihaknya hanya mampu menunggu informasi dari PDAM. Semoga saja kata mantan Kabid Humas Polda Matro Jaya ini bahwa atase kepolisian di KBRI Malaysia bisa segera mendapatkan kabar baik.

"Kita nunggu informasi melalui atase kepolisian sana untuk bisa akses atau bertemu langsung dengan yang disangkakan," kata Martinus.

Republika

Monday, February 13, 2017

Sehabis Diperkosa, Gadis 17 Tahun Mengalami Pendarahan Parah dan di Larikan ke RS

Sehabis Diperkosa, Gadis 17 Tahun Mengalami Pendarahan Parah dan di Larikan ke RS

Sudah di Perkosa, Gadis 17 Tahun Harus Mengalami Pendarahan yang Parah

Website Berita Hangat dikemas secara Unik dan Ter Update mulai dari Berita Terpopuler, Berita Terkini dari Luar maupun Dalam Negeri



Kejadian naas ini dialami oleh seorang gadis yang berasal dari Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, ia di duga menjadi korban pemerkosaan oleh pemuda asal Kabupaten Situbondo.

Peristiwa naas yang di alami oleh gadis muda berumur 17 tahun ini dimulai saat ia berkenalan dengan pemuda yang berinisial CB, setelah berkenalan CB mengajak korban untuk bertatap muka dan dibawa ke salah satu warga di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.

Di sana lah, diduga bahwa CB memaksanya untuk melayani nafsu bejatnya. Setelah puas, CB mengantarkannya pulang ke tempat kerjanya. Saat tengah berada di tempat kerjanya, sang korban tiba tiba mengalami pendarahan dan langsung dibawa ke puskesmas oleh bosnya.

Tak terduga, ternyata pendarahannya sangat parah dan langsung dilarikan ke RUSD Abdoer Rachem, Situbondo. Mengetahui bagaimana kondisi yang dialami anaknya, akhirnya orang tua korban tidak terima dengan apa yang telah terjadi dan langsung melaporkan hal tersebut ke Mapolres Situbondo.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP I Gede Lila Buana Arta menerima laporan dugaan pemerkosaan itu dan segera di proseskan.

"Korban sudah kami visum dan hasilnya akan segera keluar," kata Arta.

Pendaftaran Resmi Sakuratoto1 dan Sakuratoto2 bisa di klik gambar di bawah ini :

Pendaftaran Sakuratoto.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pendaftaran Sakuratoto2.com : KLIK DISINI
Atau juga bisa klik gambar di bawah ini :



Pelajar Blora Tolak Perayaan Hari Valentine

Pelajar Blora Tolak Perayaan Hari Valentine

Salah satu stiker yang dibagikan para pelajar di Kecamatan Cepu untuk menolak perayaan valentine's day. (foto: dok-ib)
BLORA. Puluhan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dari setiap Kecamatan, se-Kabupaten Blora pada hari Minggu (12/2/2017) kemarin melaksanakan aksi tolak hari valentine. Penolakan itu mereka lakukan dengan menggelar kegiatan sarasehan, orasi publik, pemasangan spanduk deklarasi dan pembagian stiker bersama di Kecamatan Cepu.

Melalui aksinya para pelajar ini ingin menyuarakan sebenarnya valentine itu tidak boleh dilaksanakan karena merupakan budaya luar. Valentine bukan budaya bangsa Indonesia dan dalam syariat Islam melarang hal itu.

Sebelum melakukan orasi di jalanan, para pelajar tersebut terlebih dahulu mengikuti sarasehan yang dilaksanakan pada Minggu pagi dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Ustadz Eka Wijanarko dari Yayasan Mutiara Insan Cepu dan Ipmawati Alia dari Advokasi IPM Jawa Tengah.

Pelajar Muhammadiyah menolak perayaan Hari Valentine. (foto: dok-ib)
Dalam sarasehan tersebut para peserta yang didominasi pelajar diberikan pemahaman dan penyadaran bahwa tidak boleh merayakan valentine. Lebih jauh lagi mengingatkan bahwa janganlah mendekati zina.

"Aksi ini dilaksanakan sekarang (kemarin-red) sebagai antisipasi agar pada tanggal 14 Februari nanti tidak ada lagi yang merayakan valentine, khususnya di Kabupaten Blora. Karena konotasinya valentine itu negatif dan tidak ada manfaatnya sama sekali," jelas Ipmawati Alia.

Ia bersyukur respons para peserta sangat positif. Ada beberapa pelajar yang belum tahu bahwa valentine itu haram sehingga kaget. Namun setelah tahu, mereka tidak ingin lagi merayakan valentine day.

Sementara itu, salah seorang peserta, Annisa, mengaku menyambut positif aksi tolak hari valentine ini. Karena menurutnya hari valentine itu tidak ada dalam sejarah umat Islam. Kebanyakan para remaja merayakan hari valentine karena terbawa dan ikut-ikutan.

Para pelajar IPM membentangkan spanduk reject valentine's day di tepi Jalan Ronggolawe Kecamatan Cepu. (foto: dok-ib)
"Dengan aksi ini sangat bagus untuk memberitahukan kepada remaja-remaja lainnya bahwa hari valentine itu tidak boleh dirayakan," tandasnya.

Di bawah pengawalan Polsek Cepu, aksi dilanjutkan dengan long march dari terminal Cepu dan dilanjutkan dengan orasi di sekitaran Tugu Djatikoesoemo Kecamatan Cepu sembari membagikan stiker gratis kepada para pengguna jalan. Dalam orasinya Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Blora menegaskan menolak Valentines Day karena dapat merusak moral remaja.

"Menguras tenaga, tapi seru dan bangga bisa memperjuangkan aqidah Islam," tandas Richard Argadia selaku ketua panitia.

Meskipun sempat menuai pro kontra dan menjadi perdebatan di media sosial, secara keseluruhan aksi berlangsung sukses. Aksi yang sama juga digelar di sejumlah sekolah Muhammadiyah yang lain oleh Pimpinan Ranting IPM setempat. Sebelumnya pada tanggal 10 Februari 2017 Dinas Pendidikan Kabupaten Blora juga telah mengeluarkan surat instruksi melarang perayaan Valentine. Aksi ini dilanjutkan dengan pembagian buletin gratis yang berisi kampanye penolakan Hari Valentine. (lia/ip-infoblora)