Showing posts with label Pilkada. Show all posts
Showing posts with label Pilkada. Show all posts

Saturday, February 18, 2017

Ahok-Djarot Unggul di TPS Tempat Sylvi Mencoblos

Ahok-Djarot Unggul di TPS Tempat Sylvi Mencoblos


#Batanguntukindonesia -  Calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, menang di TPS 103 di Kompleks Billymoon, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Seperti diketahui, TPS 103 merupakan TPS tempat calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni, mencoblos.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, hasil penghitungan suara di TPS 103 itu menunjukkan, pasangan nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, memperoleh 88 suara.

Pasangan nomor pemilihan dua, Ahok-Djarot, memperoleh 248 suara. Pasangan nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mendapatkan 150 suara.

(Baca juga: Sylviana Murni Yakin Tetangganya Pilih Dia)

Sementara itu, surat suara yang tidak sah sebanyak enam lembar. "Yang menang pasangan nomor dua dengan total 250 suara," kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 103 Adnan Ahmad.

Ia mengatakan, jumlah surat suara yang terpakai di TPS 103 sebanyak 492 dari 575 surat suara yang disediakan di TPS ini.

[Republika]
"Ahok Menang di Markas FPI", Wow! TAPI TERNYATA....

"Ahok Menang di Markas FPI", Wow! TAPI TERNYATA....


Ahok Menang di Markas FPI, begitu judul berita. Wow!

#Batanguntukindonesia - Tapi Sodara, jangan dulu lompat lompat bahagia seperti anak kecil yang baru dapat sepeda baru. Wartawan dan media media mainstrem juga baiknya cerdasan dikit dong. Kecuali kalau memang sudah jadi bagian dari corong yang ingin menyiarkan seakan-akan Ahok menang di Petamburan, yah gimana lagi. Itu memang sudah kerja mereka. :D

Begini ya, Ahok memang menang di TPS 17 Petamburan 3, dekat rumah Habib Rizieq. Karena memang di dekat sana ada komplek Kristen Bethel. Nah, semua penghuni komplek tersebut semuanya dikonsentrasikan di TPS tersebut. Padahal,

sebagaimana biasa pada pemilu pemilu sebelumnya, seharusnya mereka mencoblos di TPS Petamburan 4, depan Gereja Bethel. Bukan di Petamburan 3, TPSnya Habib Rizieq. Jelas kan maksud mereka apa? Ingin mengesankan bahwa di markas FPI yang konon anti Ahok aja, Ahok bisa menang, apalagi di TPS TPS yang lain.

Tapi tunggu dulu, Sodara. Itu pun Ahok tidak menang telak lho. Di TPS 17 Petamburan 3 ini komposisi suaranya seperti ini: Ahok 278, Anis 212 dan Agus 38. Jadi suaranya Kristen dan Islam selisih 28. Jelas? Ok!

NAMUN... ini nih yang seharusnya dilihat dan diberitakan oleh media: Untuk semua wilayah Petamburan, kampungnya Habib Rizieq dan Markas Syariah FPI, Ahok kalah telak!

Lihat nih komposisinya di Petamburan:
Agus-Sylvi 4.269
Ahok-Djarot 4.944
Anies-Sandi 10.203

Artinya di Petamburan pemilih calon gubernur Muslim sebesar 74,54%, Ahok hanya 25,46%.

So, orang Islam di Petamburam solid menolak Ahok. Ahok hanya mengandalkan suara orang Kristen dan orang Cina, serta juga sedikit menyisir suara orang Islam yang sudah berhasil diperdaya. (Abrar Rifai)
Ini Sejumlah Temuan Lapangan KIPP di Pilkada DKI

Ini Sejumlah Temuan Lapangan KIPP di Pilkada DKI


#Batanguntukindonesia - Masyarakat telah melaksanakan hak politiknya dalam memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan pada pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta 2017. Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) menilai secara keseluruhan bahwa masyarakat telah memberikan suaranya dengan aman dan damai yang menandakan kedewasaaan pemilih di DKI Jakarta.

"Namun kami masih menemukan banyak hal yang terjadi baik sebelum pemungutan, saat pemungutan dan setelah pemungutan suara," ujar KIPP Jakarta, Rabu (15/2) malam.

Hasil pantauan KIPP Jakarta di lima wilayah DKI, ada beberapa temuan lapangan. Seperti terdapat lonjakan pemilih tambahan sehingga KPPS kekurangan formulir untuk DPTB, ada ketidakjelasan informasi dari KPPS kepada pemilih bila terjadi kekurangan surat suara di TPS.

Lalu, masih adanya Alat Peraga Kampanye (APK) yang ditemukan di sekitar TPS radius 50 meter, adanya indikasi Petugas KPPS yang telah menjabat lebih dari dua periode, dan jumlah surat suara yang diterima KPPS tidak sesuai dengan jumlah dalam Berita Acara Penyerahan surat suara. Selain itu, masih terdapat warga DKI Jakarta yang tidak memiliki KTP elektronik.

"Proses rekruitment KPPS oleh PPS tidak cermat dan teliti, sehingga pemahaman KPPS dilapangan yang satu dengan lainnya berbeda, terdapat sekitar 60 warga eks-gusuran Bukit Duri di Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur, yang melakukan pencoblosan tanpa melampirkan A5. Artinya ini tidak tertib prosedur," katanya.

Terakhir, kata dia, ditemukan kurangnya pemahaman KPPS, sehingga pemilih yang terdaftar di DPT dan tidak membawa form A6 (undangan) diminta untuk mencoblos pada pukul 12.00-13.00 WIB.

[Republika]

Friday, February 10, 2017

Begini Momen Saat Ahok Semprot Balik Mpok Silvi Soal Kekerasan Verbal Terhadap Wanita

Begini Momen Saat Ahok Semprot Balik Mpok Silvi Soal Kekerasan Verbal Terhadap Wanita

Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengatakan bahwa calon wakil gubernur nomor pemilihan satu, Sylviana Murni, merupakan pejabat yang tidak ingin mengenal pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki golongan rendah selama bekerja di Pemprov DKI Jakarta.

“Bahkan Ibu Sylvi, mohon maaf nih, ini contoh pejabat yang tidak mau kenal PNS yang golongannya rendah. Makanya kagak kenal ada yang disabilitas,” ujar Ahok dalam debat ketiga Pilkada DKI 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017).

Ahok mengatakan hal tersebut dalam menanggapi pernyataan Sylvi yang menyebutkan dirinya melakukan kekerasan verbal terhadap kaum perempuan. Menurut Ahok, pernyataan Sylvi tersebut merupakan fitnah.

“Saya katakan ini terus memfitnah. Kalau enggak ada program yang baik, ya lebih elegan sedikit,” kata Ahok.


Ia meminta pertarungan dalam pilkada tidak menggunakan fitnah dan contoh yang membangun opini yang jelek. Ahok meminta semua pasangan calon berlomba menjual program.

Atas pernyataan Ahok ini, Sylvi tak menanggapinya. Calon gubernur pasangannya, Agus Harimurti Yudhoyono yang kemudian menyampaikan tanggapan.

Dalam tanggapannya, Agus menyebut, hal yang disampaikan Sylvi bahwa Ahok melakukan kekerasan verbal terhadap perempuan, bukanlah fitnah.

“Pak Basuki bicara kami fitnah yang jelas itu semua sudah diketahui publik, viral di mana-mana dan itu bukan hoax, Bapak mempertontonkan kekerasan verbal terhadap kaum perempuan,” ucap Agus.

Dia pun mengingatkan bahwa kekerasan verbal lebih menyakitkan dibandingkan kekerasan fisik, terlebih jika dipertontonkan di hadapan publik.

Agus juga mempertanyakan bagaimana Ahok bisa memiliki integritas untuk melindungi perempuan dan anak-anak apabila yang dilakukan Ahok adalah kekerasan verbal.

Begini momennya!
Begini Momen Saat Ahok Skakmat Sylviana Murni, Suka Bangun Opini Sesat...!

Begini Momen Saat Ahok Skakmat Sylviana Murni, Suka Bangun Opini Sesat...!


Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan, banyak pernyataan dari calon nomor pemilihan satu (Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni) dan tiga (Anies Baswedan-Sandiaga Uno) merupakan opini yang menyesatkan.

Hal itu diungkapkan pada gelaran debat ketiga Pilkada DKI Jakarta pada Jumat (10/2/2017) malam.

"Ya, saya kadang-kadang mohon maaf kepada paslon satu dan tiga, kadang-kadang saudara ini suka membangun opini yang menyesatkan. Saya kasih lihat ya, ini kami telah memasang contoh dari Jepang," kata Basuki sambil memperlihatkan gambar salah satu model trotoar di Jakarta.

Basuki menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta selama ini sudah memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas. Bahkan, Basuki membantah pernyataan Sylvi yang menyebutkan tidak ada penyandang disabilitas yang jadi PNS di DKI Jakarta.

"Tadi Bu Sylvi mengatakan, tidak ada penyandang disabilitas yang kerja. Saya dalam hati, astaga Ibu Sylvi ini ke mana aja? Ini ada satu persen CPNS penyandang disabilitas di DKI. Makanya untuk undang-undang yang baru, kami akan tingkatkan dua persen. Bahkan saya pernah belikan mesin kursi roda kepada PNS yang bekerja. Dia kerja di DPRD dulu, lalu kami pindahkan ke Kominfo," tutur Basuki.

Dia juga menjelaskan, ada juga perwakilan penyandang disabilitas di Dewan Transportasi Kota Jakarta. Hal itu yang membuat peredam kejut untuk Transjakarta disesuaikan untuk penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda.

"Lalu bicara CCTV, aduh, kami sudah punya 5.047 CCTV terintegrasi di dalam Smart City. Jadi, ini banyak sekali pasangan calon yang dua ini cerita yang sudah kami kerjakan," ujar Basuki kembali.

"Jadi mohon maaf, banyak data yang sesat, terima kasih," tutup Basuki.(kompas.com)

Videonya lihat mulai menit 58:07 sampai 1:01:37