Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Monday, November 14, 2016

Menjaga Martabat Islam

Menjaga Martabat Islam

#batanguntukindonesia - Siapa yang tidak kenal dengan Tokoh satu ini, Beliau seorang ulama besar dan pendiri Ormas terbesar di Indonesia, Nadhlatul Ulama (NU ).

Tulisan berikut ini adalah Pidato dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, sebagai ulama besar di tanah air. Selain pesan beliau terhadap umat, namun yang tak kalah penting adalah memahami situasi pada saat pidato ini disampaikan. Pidato ini disampaikan ketika masa pendudukan Jepang di tanah air. Situasi yang serba sulit karena Jepang begitu represif dan kejam terhadap pihak-pihak yang menentangnya. Maka para tokoh Islam bersiasat dengan ‘bekerja sama’ dengan pemerintah Penjajah Jepang. ‘Kerja sama’ ini dipakai untuk menggalang kekuatan yang akhirnya nanti untuk merebut kemerdekaan. Suatu hal yang tak mudah, mengingat Jepang amat kejam kepada rakyat dikala itu.
Menjaga Martabat Islam
Akan membingungkan mungkin bagi generasi saat ini memahami kenapa para tokoh Islam memilih untuk ‘bekerjasama’ dengan pemerintah Jepang. Namun pencerahan akan kita dapatkan jika menelusuri penjelasan yang memadai, salah satunya dari tokoh yang aktif dipergerakan saat itu, yaitu, KH Saifuddin Zuhri, dari Nadhlatul Ulama.Melalui biografinya yang tebal nan bernas, Berangkat dari Pesantren, KH Saifuddin Zuhri memberikan kesaksian-kesaksian siasat politik dari para tokoh Islam untuk memperdayai Jepang, terutama dan terpenting adalah siasat yang diungkapkan oleh KH Wahid Hasyim. Maka membaca pidato KH Hasyim Asy’ari ini pun akan mudah jika kita melihat dari bingkai siasat tadi, sehingga tak menimbulkan tanda tanya.
Tak mudah untuk mengumpulkan karya beliau terutama yang bukan karya beliau yang terkait dengan pengajaran Islam dalam bentuk kitab. Tulisan beliau yang non-kitab tersebut terserak di media massa, dan sepanjang pengetahuan kami, belum ada yang mengumpulkan semua tulisan beliau di media massa. Maka artikel ini adalah salah satu upaya menghadirkan kembali karya beliau kepada generasi saat ini, yang mungkin sudah asing dengan tulisan-tulisan beliau.
==================================================
Alhamdulillahi rabil alamin wasalatu wa salam ala asrafil anbiya mursalin.
Dengan nama Allah, Maha pengasih dan penyayang, sekalian puji bagi Allah Tuhan sekalian isi alam. Rahmat dan kesejahteraan bagi junjungan besar Nabi Muhammad Saw. dan keluarga serta sahabatnya.
Saya menyampaikan kehadapan tuan-tuan sekalian, syukur dan ucapan selamat datang atas kesediaan tuan-tuan mengabulkan undangan guna menghadiri pertemuan ini. Yang mendorong tuan-tuan hadir pada rapat ini, tidak laindari pada kemauan yang sungguh-sungguh akan bekerja yang berisi dan bersama-sama dengan pemerintah Balatentara Dai Nippon. Dan keinginan yang betul-betul mempertinggi martabat Islam dan memperhatikan kepentingan kaum muslimin, sebagaimana yang telah diperintahkan junjungan besar kita Nabi Muhammad Saw.
Hari ini disini ulama-ulama dari Jawa Tengah berkumpul, sebagaimana dulu ulama-ulama Jawa Timur berkumpul di kota Surabaya. Saya mohon pada Allah Swt. agar pertemuan kita ini dijadikannya pertemuan yang membawa berkah, dan dari padanya mendapat kebaikan dunia dan pahala di akhirat. Amin.
Disini patutlah saya meminta perhatian tuan-tuan akan seesuatu hal yang penting ialah berkaitan dengan halnya sikap pemerintah Balatentara Dai Nippon terhadap agama Islam. Pemerintah telah berulang-ulang menerangkan, bahwa ia menghormati dan menghargai agaama Islam. Dan paduka yang mulia Gunselkan sendiri telah menerangkan kepada saya akan hal itu, ketika saya menghadap beliau di Jakarta pada 18 Maret.
Saya memandang bahwa sikap yang demikian ini, yakni sikap menghormati dan menghargai agama Islam dari pihak pemerintah adalah suatu nikmat yang besar dari Allah. Maka wajiblah kita menjalani syukur atasnya dan wajib berbuat menurut mestinya kenikmatan itu.
Sesungguhnya nikmat itu adalah percobaan Allah Azza Wajalla, agar dapat diketahui, orang yang bersyukur dan orang yang berhati atau (tidak mau bersyukur). Juga rencana adalah percobaan dari Allah Swt. untuk mengetahui mana yang bersabar dan yang berputus asa. Maka seharusnya kita sekalian mensyukuri Allah Ta’ala atas nikmat ini. Allah telah menjanjikan bagi orang-oran yang bersyukur akan ditambah kenikmatannya dan Allah akan mangancam orang yang berhati atau (tidak mau bersyukur) akan disiksanya dengan siksa yang sangat berat. Telah difirmankan dalam surat Ibrahim ayat 7:
“Demi sesungguhnya, jika kamu semua bersyukur, Kami pasti akan menambah (nikmat) bagi kamu sekalian; dan demi sesungguhnya jika kamu semua kufur (tak bersyukur), maka sesungguhnya siksaKu adalah sangat”. (QS:Ibrahim Ayat 7).
Maka kita sekalian, pertama kali barulah berbesar hati kepada sikap pemerintah, yaitu sikap menghargai agama Islam dan kaum muslimin dan kedepannya kita sekalian haruslah membuktikan bahwa kita sekalian adalah patut dihormati dan dihargai, dan haruslah kita sekalian menunjukkan pada orang akan kecakapan dan kepandaian kita untuk bekerja guna kebaikan dunia dan akhirat.
Sebenarnya sikap pemerintah ini sikap menghormati dan menghargai agama Islam dan kaum muslimin, yakni sikap yang bijaksana adalah sesuai dengan tabi’at agama Islam. Betapa tidak demikian, sedang agama Islam adalah agama yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw.
“Islam itu luhur dan tidak ada yang mengungguli”.
Dunia pada waktu ini terbakar oleh api peperangan. Bumi-bumi ini dari ujungnya sampai ujungnya adalah merupakan medan peperangan yang dahsyat. Sudah ttabi’at peperangan adalah membawa kesukaran dan kesusahan. Maka tidaklah heran, jika kita sekalian sekarang melalaui masa hidup yang sukar dan susah.
Tetapi kita melaluinya haruslah sambil sabar dan tahan. Karena keluh kesah dan putus asa tidaklah ada gunanya. Dalam pada itu, kita haruslah mengekalkan do’a kehadirat Allah, mudah-mudahan ia mentakdirkan sesudah kesukaran timbullah kemakmuran, dan sesudah kesempitan timbullah kegembiraan.
Sesungguhnya Allah berkuasa atas perkara yang dikehendakinya.
Sebagaimana tidak asing lagi bagi tuan-tuan, bahwa kita sekarang ini adalah dalam masa pembangkitan dan pebangunan masyarakat. Artinya bahwa kita sekalian ini memulai giliran baru dari pada giliran-giliran riwayat. Karena riwayat yang lama sudah ditutup dan bersama dengan ditutupnya riwayat itu, ditutup juga riwayat Pemeritah Belanda yang telah lalu itu. Dan kini kita memulai riwayat baru.
Maka dalam masa ini, Pemerintah Balatentara memuat usaha yang bermacam-macam, ada Seinendan, Keiodan, Fujika, Tentara Pembela Tanah Air, Jawa Hookoo Kai dan lain-lainnya. Itu semua ditujukan kepada maksud akan menjadikan masyarakat menjadi kuat kokoh, dan menyesuaikan penghidupan sehari-hari dengan suasana peperangan. Hal ini penting betul. Maka kita haruslah berdiri dibelakang pemerintah dan haruslah kita bersungguh-sungguh membantu usaha-usahanya yang bagus.
Inilah kewajiban kita terhadap pemerintah dan masyarakat tempat kita ini. Selain itu adalah kewajiban-kewajiban kita sebagai muslim. Di depan tadi telah saya sebutkan, bahwa pemerintah Balatentara telah berulang-ulang menerangkan bahwa sikapnya adalah menghargai dan menghormati agama Islam dan kaum muslimin adalah bergantung pada pekerjaan kita kaum muslimin saja. Karena kitalah yang dituju dengan pemerintah yang memuat syari’at (Allah) Swt. dan sesungguhnya tidaklah patut kita meminta orang lain memikul hal-hal yang khusus bagi kita, padahal mestinyakita sndiri memikulnya.
Sesungguhnya junjungan kita adalah teladan baik bagi kita, jika kita mengharap nikmat Allah dan pertolongan di hari kiamat. Maka kita haruslah mencontoh perjalanan Nabi kita yang bagus dan berakhlaq dengan budi pekerti yang terpuji. Dan haruslah kita mempersatukan kalimat (golongan) kita dan janganlah hendaknya kita merepot-repotan dalam mengusahakan kepentingan kita. Allah Swt. telah berfirman dalam surat Al-An’am ayat 153:
“Jangan kamu sekalian turut bermacam-macam jalan, maka tentulah menjadikan kamu sekalian bercerai-berai (jauh) dari jalan Allah”. (QS : al-An’am 153).
Marilah kita senantiasa ingat, bahwa umat Islam yang dahulu tidaklah menjadi mulia dan jaya, melainkan karena mereka berpegangan pada petunjuk Islam. Menjalani kewajiban-kewajibannya dan menjauhi larangan-larangannya. Dan anak cucu mereka tidaklah hina dan nista melainkan karena mereka menjauhi jalan keislaman, karena menyia-nyiakan kewajiban-kewajibannya dan melanggar larangan-larangan.
Maka wajiblah kita bergembira karena sikap pemerintah menghormati Islam dan kaum muslimin. Dan haruslah kita bekerja dengan sungguh-sungguh mempertinggi martabat Islam yang dihormati dan dihargai pemerintah itu. Dan haruslah kita membuang sifat bermalas-malasan dan berlemah-lemah, karena jika kita bermalas-malasan dan berlemah-lemah, begitu pula segan bekerja memperingati martabat Islam, tentu akan tetaplah bagi kita firman Allah yang berbunyi:
“Dan banyak dari penduduk negeri yang merusak perintah Tuhan dan Rasul-Rasul-Nya, maka kami beri perhitungan dengan siksaan yang berat dan kami siksa dengan siksaan yang dahsyat”. (QS: At-Talaq ayat 8).
Mudah-mudahan dalam perjuangan Asia Timur, Allah memberi taufiq (pertolongan) dan hidayah (petunjuk) ke arah keadaan yang dirilai-Nya dan disukai-Nya. Dan mudah-mudahan ia mentakdirkan kemenangan akhir di pihak kita. Amin.
Oleh : KH Hasyim Asy’ari
Naskah pidato Ketua Besar Masyumi KH. Hasyim Asy’ari dari buku Menjaga Martabat Islam oleh Kiai Tebuireng (kumpulan tulisan pidato dan artikel media) ini ditulis ulang oleh Muhammad Cheng Ho, Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB). Tulisan di artikel ini menghilangkan kutipan huruf arab ayat Al Qur’an semata-mata karena keterbatasan teknis. (JIS)

Wednesday, November 9, 2016

Mengenal Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Soekarno

Mengenal Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Soekarno

Profile dan Biografi Presiden RI Pertama
Ir. Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai.


Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali.
Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.
Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua orangtuanya pindah ke Mojokerto.
Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS).
Setelah lulus pada tahun 1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di HBS, Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya.

Dari sinilah, rasa nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya, Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. 
Di tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School  (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil.
Saat bersekolah di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische Studie Club (dipimpin oleh Dr Soetomo). Algemene Studie Club  merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927.
Bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Penjara Banceuy karena aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal, Indonesia Menggugat.
Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI.
Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda pada bulan Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Karena jauhnya tempat pengasingan, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya.

Namun semangat Soekarno tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru benar-benar bebas setelah masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.
Di awal kependudukannya, Jepang tidak terlalu memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga akhirnya sekitar tahun 1943 Jepang menyadari betapa pentingnya para tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh pergerakan Indonesia dimana salah satunya adalah Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propaganda Jepang.
Akhirnya tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang tetap melakukan gerakan perlawanan seperti Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.
Soekarno sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan.
Pada bulan Agustus 1945, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdekan dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab rakyat Indonesia sendiri.
Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan.
Ini disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang.
Pada akhirnya,Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk.


Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.
Kemerdekaan yang telah didapatkan ini tidak langsung bisa dinikmati karena di tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan berusaha untuk kembali menjajah Indonesia.
Gencaran senjata dari pihak sekutu tak lantas membuat rakyat Indonesia menyerah, seperti yang terjadi di Surabaya ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby berusaha untuk kembali menyerang Indonesia.
Rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigihnya terus berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya Brigadir Jendral AWS Mallaby tewas dan pemerintah Belanda menarik pasukannya kembali. Perang seperti ini tidak hanya terjadi di Surabaya tapi juga hampir di setiap kota. 
Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggajati.
Walaupun telah dilaporkan ke PBB, Belanda tetap saja melakukan agresinya. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, di mana kemudian dikeluarkan Resolusi No 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan.
Atas tekanan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947, Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran.
Pada 17 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda.
Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno kembali diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS.
Karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali diubah menjadi Republik Indonesia dimana Ir Soekarno menjadi Presiden dan Mohammad Hatta menjadi wakilnya.
Pemberontakan G30S/PKI melahirkan krisis politik hebat di Indonesia. Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan.
Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena menilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).
Sikap Soekarno yang menolak membubarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditandatangani oleh Soekarno dimana isinya merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden.
Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden sebelumnya berhalangan.
Pada 22 Juni 1966, Soekarno membacakan pidato pertanggungjawabannya mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S. Pidato pertanggungjawaban ini ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.
Hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari. 


PENDIDIKAN
·         Pendidikan sekolah dasar di Eerste Inlandse School, Mojokerto
·         Pendidikan sekolah dasar di Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto (1911)
·         Hoogere Burger School  (HBS) Mojokerto (1911-1915)
·         Technische Hoge School, Bandung (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) (1920) 
PENGHARGAAN
·         Gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri antara lain dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Agama Islam Negeri Jakarta, Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir).

·         Penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana yang semuanya dilapisi emas dari Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki, atas jasa Soekarno dalam mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri dari politik apartheid. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Kantor Kepresidenan Union Buildings di Pretoria (April 2005).



      Sumber : Wikipedia

Video Pidato Presiden Soekarno pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Mengenal Pemimpin Islam Turki - Recep Tayyib Erdogan

Mengenal Pemimpin Islam Turki - Recep Tayyib Erdogan

Nama Recep Tayyip Erdoğanbelakangan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai media, Politikus yang kini menjabat sebagai Presiden Turki ini terkenal berkat sejumlah gebrakannya ketika menjadi Perdana Menteri Turki yang membuat Turki melesat menjadi sebuah kekuatan baru di Eropa, ambisinya yaitu mengembalikan kejayaan Turki.



Sejumlah kebijakan yang dibuatnya banyak membawa kemajuan bagi Negaranya. Langkah-langkah politik luar negerinya banyak mendapat respon positif dari berbagai negara. Mengenai profil dan biografi Recep Tayyip Erdoğan, beliau dilahirkan pada tanggal 26 Februari 1954 di Istanbul, Turki.

Ia memiliki istri bernama Emine Gülbaran dan memiliki anak berjumlah 4 orang. Masa kecilnya Erdogan dihabiskan di dekat laut hitam, ayahnya sendiri seorang pelaut dari Kota Rize. Masa sekolahnya ia habiskan untuk belajar agama di Sekolah Imam Hatif kemudian dari sana ia kemudian memilih untuk melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di jurusan Ekonomi dan Bisnis di Universitas Marmara, Turki.

Karir Politik Erdogan Pertama Kali
Hobi Erdogan sendiri adalah bermain bola bahkan ia sempat menjadi seorang pemain sepakbola semi profesional ketika umurnya 16 tahun namun berhenti dan lebih memilih untuk bekerja di sebuah perusahaan Angkutan di Istambul dan juga sempat menjalani wajib militer.

Karir politik Recep Tayyip Erdoğan sendiri dimulai ketika ia mulai bergabung dengan Partai Islam yang bernama Milli Selâmet Partisi, namun partai tersebut bubar sebab terjadi kudeta militer pada tahun 1980 yang mengakibatkan semua partai yang ada di Turki dibubarkan.

Setelah stabilitas politik di Turki sudah mulai pulih kemudian Recep Tayyip Erdoğan kemudian menjadi ketua partai kesejahteraan yang didirikan oleh para bekas anggota partai Milli Selâmet Partisi. Sudah mempunyai kendaraan politik kemudian ia mulai mencoba mencalonkan diri sebagai walikota di Istanbul Tengah dan juga sebagai calon Dewan Nasional Agung Turki namun gagal.

Di tahun 1991, Erdogan terpilih sebgai Anggota Parlemen melalui Partainya namun posisinya sebagai anggota parlemen di cabut oleh Komisi Pemilihan Pusat Turki. Nama Recep Tayyip Erdoğan kemudian mulai dikenal luas oleh masyarakat Turki ketika ia berhasil terpilih sebagai walikota Istanbul Raya dan membawa partainya yaitu Partai Kesejahteraan sebagai Partai Terbesar di Turki. Dari situ ia juga menjadi Presiden dari Dewan Metropolitan Istanbul Raya.

Keberhasilannya dalam merancang tata kota Istanbul yang nyaman dan modern membuat ia semakin terkenal apalagi ketika ia berhasil memerangi masalah umum di ibukota seperti berhasil mengurangi pengangguran, memberikan air bersih bagi warga Istanbul, Pengurangan kadar polusi kota, Memerangi prostitusi, pengurangan kadar polusi melalui aksi penanaman ribuan pohon di Istanbul, serta pelarangan minum minuman keras di tempat umum sehingga menjadikan Erdogan semakin populer dimata masyarakat. 

Mendirikan Partai Politik dan Menjadi Perdana Menteri
Langkah politik Erdogan selanjutnya adalah mendirikan partai AKP (Adalet ve Kalkinma Partisi) atau yang dikenal sebagai Partai Keadilan Pembangunan pada tahun 2001 yang berhaluan islam. Partainya kemudian melesat menjadi salah satu partai terbesar di negara bekas kekhalifahan Ottoman tersebut.


Terbukti ketika partainya yaitu AKP menang dalam pemilihan umum di Turki sehingga semakin melambungkan namanya di kancah politik Turki dan otomatis membuat Erdogan menjadi Perdana Menteri Turki pada tahun 2003. Sepak terjangnya kebijakannya dalam dan luar negerinya membuat namanya semakin melambung sebagai salah satu pemimpin terbaik dunia.

Keberhasilan Erdogan dalam Membangun Negara Turki
Hal tersebut dibuktikan Erdogan dengan berhasil membuat Produk Domestik Nasional Turki mencapai 100 Milyar Dollar di tahun 2013 setahun sebelum masa jabatannya sebagai perdana menteri habis.

Kemudian ia juga membuat Turki berhasil masuk dalam anggota G-20 yaitu negara-negara dengan ekonomi terkuat di dunia, bayangkan saja Turki berhasil merangsek masuk ke urutan 16 sebagai negara dengan ekonomi terkuat padahal sebelumnya berada di peringkat 111 dunia.

Dibidang militer atau pertahanan negara, Erdogan membuat Turki berhasil memproduksi sendiri peralatan pertahanan atau militer seperti tank, pesawat serta satelit militer sendiri. Pendapatan Perkapita Turki pun berhasil naik dari 3500 dolar pertahun menjadi sebesar 11.000 ditahun 2013.

Bahkan Erdogan berhasil membuat nilai tukar mata uang Turki naik beberapa kali lipat dimasa pemerintahannya. Dimasa pemerintahan Erdogan juga, pengangguran berhasil ditekan hingga 2 persen saja dari 35% yang diimbangi dengan kenaikan gaji hampir 300 persen untuk upah pegawai. Utang Negara Turki sendiri terhadap IMF berhasil diselesaikan dan cadangan devisa juga ditinkatkan hingga 100 Milyar Dollar.

Ia memiliki istri bernama Emine Gülbaran dan memiliki anak berjumlah 4 orang. Masa kecilnya Erdogan dihabiskan di dekat laut hitam, ayahnya sendiri seorang pelaut dari Kota Rize. Masa sekolahnya ia habiskan untuk belajar agama di Sekolah Imam Hatif kemudian dari sana ia kemudian memilih untuk melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di jurusan Ekonomi dan Bisnis di Universitas Marmara, Turki.
Karir Politik Erdogan Pertama KaliHobi Erdogan sendiri adalah bermain bola bahkan ia sempat menjadi seorang pemain sepakbola semi profesional ketika umurnya 16 tahun namun berhenti dan lebih memilih untuk bekerja di sebuah perusahaan Angkutan di Istambul dan juga sempat menjalani wajib militer.
Karir politik Recep Tayyip Erdoğan sendiri dimulai ketika ia mulai bergabung dengan Partai Islam yang bernama Milli Selâmet Partisi, namun partai tersebut bubar sebab terjadi kudeta militer pada tahun 1980 yang mengakibatkan semua partai yang ada di Turki dibubarkan.
Setelah stabilitas politik di Turki sudah mulai pulih kemudian Recep Tayyip Erdoğan kemudian menjadi ketua partai kesejahteraan yang didirikan oleh para bekas anggota partai Milli Selâmet Partisi. Sudah mempunyai kendaraan politik kemudian ia mulai mencoba mencalonkan diri sebagai walikota di Istanbul Tengah dan juga sebagai calon Dewan Nasional Agung Turki namun gagal.


Di tahun 1991, Erdogan terpilih sebgai Anggota Parlemen melalui Partainya namun posisinya sebagai anggota parlemen di cabut oleh Komisi Pemilihan Pusat Turki. Nama Recep Tayyip Erdoğan kemudian mulai dikenal luas oleh masyarakat Turki ketika ia berhasil terpilih sebagai walikota Istanbul Raya dan membawa partainya yaitu Partai Kesejahteraan sebagai Partai Terbesar di Turki. Dari situ ia juga menjadi Presiden dari Dewan Metropolitan Istanbul Raya.
Keberhasilannya dalam merancang tata kota Istanbul yang nyaman dan modern membuat ia semakin terkenal apalagi ketika ia berhasil memerangi masalah umum di ibukota seperti berhasil mengurangi pengangguran, memberikan air bersih bagi warga Istanbul, Pengurangan kadar polusi kota, Memerangi prostitusi, pengurangan kadar polusi melalui aksi penanaman ribuan pohon di Istanbul, serta pelarangan minum minuman keras di tempat umum sehingga menjadikan Erdogan semakin populer dimata masyarakat. 

Mendirikan Partai Politik dan Menjadi Perdana Menteri

Langkah politik Erdogan selanjutnya adalah mendirikan partai AKP (Adalet ve Kalkinma Partisi) atau yang dikenal sebagai Partai Keadilan Pembangunan pada tahun 2001 yang berhaluan islam. Partainya kemudian melesat menjadi salah satu partai terbesar di negara bekas kekhalifahan Ottoman tersebut.

Terbukti ketika partainya yaitu AKP menang dalam pemilihan umum di Turki sehingga semakin melambungkan namanya di kancah politik Turki dan otomatis membuat Erdogan menjadi Perdana Menteri Turki pada tahun 2003. Sepak terjangnya kebijakannya dalam dan luar negerinya membuat namanya semakin melambung sebagai salah satu pemimpin terbaik dunia.

Keberhasilan Erdogan dalam Membangun Negara Turki

Hal tersebut dibuktikan Erdogan dengan berhasil membuat Produk Domestik Nasional Turki mencapai 100 Milyar Dollar di tahun 2013 setahun sebelum masa jabatannya sebagai perdana menteri habis.

Kemudian ia juga membuat Turki berhasil masuk dalam anggota G-20 yaitu negara-negara dengan ekonomi terkuat di dunia, bayangkan saja Turki berhasil merangsek masuk ke urutan 16 sebagai negara dengan ekonomi terkuat padahal sebelumnya berada di peringkat 111 dunia.

Dibidang militer atau pertahanan negara, Erdogan membuat Turki berhasil memproduksi sendiri peralatan pertahanan atau militer seperti tank, pesawat serta satelit militer sendiri. Pendapatan Perkapita Turki pun berhasil naik dari 3500 dolar pertahun menjadi sebesar 11.000 ditahun 2013.

Bahkan Erdogan berhasil membuat nilai tukar mata uang Turki naik beberapa kali lipat dimasa pemerintahannya. Dimasa pemerintahan Erdogan juga, pengangguran berhasil ditekan hingga 2 persen saja dari 35% yang diimbangi dengan kenaikan gaji hampir 300 persen untuk upah pegawai. Utang Negara Turki sendiri terhadap IMF berhasil diselesaikan dan cadangan devisa juga ditinkatkan hingga 100 Milyar Dollar. 

Selain itu Erdogan juga mengembalikan kebiasaan lama yaitu pengajaran Al Quran dan Hadits di sekolah-sekolah negeri di Turki yang sudah lama dihilangkan, dan kebebasan berhijab di kampus-kampus di Turki. Kemajuan pesat negara Turki dibawah kepemimpinan Erdogan sebagai perdana Menteri membuat Turki kini disegani sebagai salah satu negara terkuat di Eropa.

Menjadi Presiden Turki

Ketika masa jabatannya selesai pada tanggal 28 Agustus 2014, Recep Tayyip Erdoğan kemudian mencoba mencalonkan diri sebagai Presiden Turki dengan dukungan dari partai AKP (Adalet ve Kalkinma Partisi).  Hasilnya pada tanggal 10 Agustus 2014 Erdogan berhasil terpilih sebagai Presiden Turki melalui pemilihan umum menggantikan presiden sebelumnya dengan masa jabatan selama lima tahun.

The Royal Islamic Strategic Studies Centre bahkan memasukkan nama Recep Tayyip Erdoğan sebagai tokoh muslim paling berpengaruh nomor dua di dunia pada tahun 2010. Bahkan majalah Time memilih Erdogan sebagai tokoh terpopuler di tahun 2011.

Disektor pendidikan sendiri, Erdogan membuat kebijakan dengan menggratiskan biaya pendidikan dimana semua biaya kuliah untuk Rakyat Turki di tanggung oleh pemerintah dan meningkatkan biaya riset atau penelitian ilmiah demi tujuan menjadi negara nomor satu pada tahun 2023.


Tuesday, November 8, 2016

Pidato Menyejukkan dan Menentramkan Rakyat Seorang Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo

Pidato Menyejukkan dan Menentramkan Rakyat Seorang Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo

Pidato Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo,  menyejukkan dan menentramkan Ummat Islam, selaku Rakyat terbesar di negeri ini.




Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Yang terhormat,

Ketua-ketua umum ormas Islam
Tokoh tokoh lintas agama
Para pejabat pemerintah daerah dan para pejabat TNI Polri.
Para Santri segenap para alim ulama para Kiai, hadirin undangan yang bebahagia.

Tidak ada yang pantas kita ucapkan selain puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT Karena hanya atas kuasa dan ridhonya kita dapat hadir dalam acara Peringatan 70 Tahun Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama di Tugu Proklamasi yang memiliki nilai stratagis.

Dalam kesempatan ini perlu saya jelaskan, mengapa begitu saya diundang saya hadir di sini. Saya datang tidak sendirian, saya datang dengan dengan pasukan-pasukan khusus. Ada Kopasus, ada Marinir, ada Paskas, ada Kostrad, ada Armed.

Ini untuk mengingatkan generasi muda, bahwa perjuangan bangsa sejak proklamasi kemerdekaan tidak dilakukan oleh TNI, tetapi yang merebut kemerdekaan adalah seluruh komponen bangsa, termasuk para ulama. Setelah merdeka baru TNI lahir. Jadi yang memerdekaan bangsa Indonesai bukan TNI, tetapi bapak-ibu kandung TNI, sehingga TNI adalah anak kandung raya.

Karena sejarah mencatat rangkaian peristiwa ini, bersentuhan langsung dengan kedaulatan Republik Indonesia, Terdapat 4 peristiwa penting yang saling mempengaruhi dan saling menguatkan yaitu: peristiwa tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. 5 Oktober hari pembentukan TKR sekarang TNI. 22 Oktober sebagai hari dicetuskannya Resolusi Jihad NU. Dan 10 November pecahnya perang di Surabaya yang kita kenal sebagai hari pahlawan hanya dalam hitungan empat bulan.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap semangat dan motivasi yang ditunjukkan para santri sebagai generasi muda bangsa yang terus memelihara dan meneguhkan komitmennya terhadap perjuangan para pahlawan serta kecintaan pada tanah air, salah satunya diwujudkan pada gerak jalan memperingati Resolusi Jihad yang menempuh jarak ratusan kilometer diawali dari tugu pahlawan di Surabaya dan sampai di tugu proklamasi di Jakarta.

Hadirin undangan, peserta gerak jalan yang berbahagia.

Setelah tujuh puluh tahun berlalu, hikmah dan pelajaran yang diperoleh dari peristiwa Resolusi Jihad antara lain: bahwa perjuangan melawan penjajah saat itu, terkait erat dengan Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh Ra'is akbar NU KH. Hasyim Asyari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Bangsa penjajah tidak rela negeri ini merdeka sehingga berusaha untuk menguasai kembali tanah air kita. NICA membonceng sekutu untuk menguasai tanah air Indonesia, namun hal itu diketahui oleh para pejuang kemerdekaan dan ditindaklanjuti dengan merapatkan barisan untuk menolak kedatangan kolonialis. Untuk itu para santri berkumpul di seluruh wilayah, Jawa, Madura, seluruh Jawa mereka mengatur langkah strategi perjuangan sebagai kewajiban mempertahankan tanah air dan bangsanya.

Dan pada tanggal 17 September 1945, Presiden Soekarno, memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam kepada KH. Hasyim Asyari, sehingga KH. Hasyim Asyari mengeluarkan sebuah Fatwa Jihad yang berisikan jihad bahwa perjuangan membela tanah air adalah merupakan jihad fi sabilillah.

Dan selanjutnya menilai situasi di sekitar Surabaya Jawa Timur, atas pemikiran Mayor Jenderal TKR pada waktu itu, Mustopo, sebagai komandan sektor perlawaan Surabaya, bersama Sungkono, Bung Tomo dan tokoh-tokoh Jawa Timur menghadap KH. Hasyim Asyari untuk melakukan perang suci atau jihad dengan sasaran mengusir sekutu dan NICA yang dipimpin oleh Brigjend Mallaby untuk menunjukkan eksistensi adanya perlawanan dan kedaulatan Republik Indonesia.

Mengapa demikian? karena pada saat memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, banyak bangsa-bangsa dunia dan PBB belum yakin apakah perjuangan kemerdekaan bangsa ini diberi hadiah oleh penjajah ataukah perlawanan rakyat.

Untuk itu makna perjuangan 10 November mempunyai makna yang luar biasa, bahwa bangsa Indonesia bukan diberi tapi melawan mengusir penjajah. Maka lahirlah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yaitu berperang menolak dan melawan penjajah itu fardhu ain yang harus dikerjakan oleh setiap orang Islam laki-laki, perempuan, anak-anak bersenjata atau tidak. Bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 km dari tenpat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang-orang yang berada di luar jarak lingkaran tadi kewajiban itu menjadi fardhu kifayah yang cukup kalau dikerjakan sebagian saja untuk membantu perjuangan di wilayahnya.

Tanpa Resolusi Jihad, maka tidak ada perlawanan heroik. Jika tidak ada perlawanan heroik maka tidak ada hari pahlawan 10 November. Dan bisa mungkin mustahil bangsa Indonesia ada seperti saat ini.

Saya ingin pula menceritakan bahwa sebenarnya, perlawanan secara heroik bukan dilaksanakan tanggal 10, tetapi lebih awal. Jadi pada saat itu KH. Hasyim Asyari menyampaikan,”Kita tunda, kita menunggu singa Jawa Barat, yaitu Kiai Abbas bin Abdul Jamil”. Beliau adalah cicit dari MBah Muqoyyim, pendiri pesantren Buntet Cirebon.

Dan KH. Hasyim Asyari memerintahkan setelah Kiai Abbas bin Abdul Jamil datang, memerintahkan bahwa komando tertinggi Laskar Hizbullah diserahkan untuk memimpin langsung penyerangan sekutu di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Pengaruh yang kuat membuat keputusan KH. Hasyim Asyari tersebut mengundurkan waktu sangat tepat. Sehingga terjadilah pertempuran yang sangat heroik yang kita kenal hari ini menjadi hari pahlawan. Hari ini mempunyai makna yang bisa kita petik dari peristiwa tersebut, bahwa perjuangan dan kepentingan mempertahankan kedaulatan negara berdimensi lintas etnis dan lintas wilayah. Siapapun dan di manapun mempunyai kewajiban yang sama membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tiga 'Jimat' Jendral Sudirman

Dalam kesempatan ini pula saya ingin mengingatkan, dan menggarisbawahi bahwa perjuangan kemerdekaan Resolusi Jihad, hari pahlawan, dan TNI memiliki hubungan historis yang erat dan menentukan. Kita tahu bahwa panglima TNI yang abadi, yang pertama, yaitu Jendral Sudirman, adalah seorang guru agama, seorang santri.

Saya sedikit menceritakan bagaimana perjuangan Jenderal Sudirman. Bahwa pada saat Jendral Sudirman belasan orang melakukan gerilya, ada satu orang pengkhianat. Maka pada saat Jendral Sudirman di rumah penduduk, karena pengkhianat ini melaporkan kepada Belanda, dikepung.

Tim pengamanan paling depan melaporkan, “Pak Dhe kita sudah dikepung.”

“Tenang, semuanya ganti pakaian, dan berdzikir bersama-sama saya.” (Mereka) melakukan tahlil Lailahaillah, Lailahaillah, Lailahaillah.

Belanda masuk, ditunjukkan anak buahnya Pak Dirman (yang pengkhianat itu), “Ini yang namanya Sudirman, yang Tuan cari-cari selama ini.”

Dilihat-lihat (oleh pihak Belanda),“Saya tidak percaya ini Sudirman.”

“Pak Saya anak buahnya, saya bersama-sama bergerilya.”

Dilihat-lihat lagi, tapi tetap tidak percaya.

Belanda itu mencabut pistol. “Kamu pembohong!” Dan penghianat itu ditembak di depan Pak Dirman. Lalu Belanda langsung keluar.

Makna ini mengingatkan, jangan sekali-kali kita menjadi penghianat bangsa. Baru di dunia saja sudah dihukum oleh Allah apalagi di akhirat nanti.

Kemudian, peristiwa demi peristiwa Pak Dirman dikawal oleh Pak Tjokropranolo, dan Pak Suparjo Rustam. Beliau berdua Pak Tjokropranolo dan Pak Rustam, karena saking penasarannya bertanya. (Pak Dirman kadang-kadang dipanggil Pak Dhe kadang-kadang dipanggil Pak Yai):

“Pak Yai, saya pingin tahu, jimatnya Pak Yai itu apa? Kita dikepung, Pak Yai tenang saja. Malah pengkhianat yang ditembak. Kita ditembaki, Pak Yai tenang-tenang saja.”

Beliu menjawab, “Kamu ingin tahu? Saya punya tiga jimat. Jimat yang pertama, saya tidak pernah lepas dari bersuci. Jadi kalau batal wudhu kamu kan bawa kendi saya, saya selalu berwudlu. Itu jimat yang pertama. Jimat yang kedua saya tidak pernah shalat tidak tepat waktu. Selalu bersih, waktunya shalat saya pasti salat, kamu tahu kan? Dan yang ketiga, jimat saya yang ketiga adalah semua yang saya lakukan dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat dan bangsa Indonesia.”

Wassalamua’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Video Pidato lengkap Jendral Gatot Nurmantyo:

Monday, November 7, 2016

SIAPAKAH HABIB RIZIEQ SEBENARNYA ?  TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

SIAPAKAH HABIB RIZIEQ SEBENARNYA ? TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Biografi Ringkas Al Habib M. Rizieq bin Husein Syihab (IMAM BESAR FPI)

Siapa yang tidak mengenal sosok yang satu ini. Beliau seorang ulama besar Indonesia yang memiliki jutaan pengikut. Seorang tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pemimpin atau Imam Besar organisasi Front Pembela Islam. Beliau seorang mujahid tangguh, seorang orator ulung dan seorang singa podium ketika di atas panggung. Beliau mampu membangkitkan ruhul jihad didepan banyak orang. Beliau berani mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Setiap pengajian atau atau tabligh akbar yang dimana beliau menjadi penceramahnya suka dihadiri oleh ribuan bahkan ratusan ribu orang. Beliau adalah Dr. Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab, Lc.MA.DPMSS. Rumah beliau terletak di Jl. Petamburan III No. 83, Tanah Abang Jakarta Pusat. Walau pun kini Beliau pindah ke Markaz Syariah di Megamendung Bogor Jawa Barat. Beliau lahir di Jakarta, 24 Agustus1965.  



Nasabnya hingga ke Rasulullah SAW

Nasab Al Habib Muhammad Rizieq Syihab bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syeikh bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Syihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syeikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Segaf …bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW

Nasab Istrinya

Nasab Istri Habib Rizieq Syihab adalah Syarifah Fadhlun Yahya binti Faadhil bin Hasan bin Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Umar bin Aqil bin Syeikh bin Abdurrahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya bin Hasan bin Ali bin Alwi bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW.

Beliau memang keturunan Nabi Muhammad Saw yang ke-38. Beliau mewarisi ketegasan datuknya, kesantunan serta akhlaknya yang baik dan ilmunya yang luas. Meskipun begitu Al Habib Muhammad Rizieq pernah berkata :
“garis keturunan bukan untuk tujuan pamer. Jika itu adalah tujuan, maka harus merupakan kesombongan, dan itu adalah dosa,”

Al Habib Husein ayahnya Al Habib Rizieq meninggal dunia tahun 1966. Jadi, ketika itu Al Habib Rizieq baru berusia 11 bulan. ”Jadi saya mengenalnya hanya dari foto,” kata Al Habib Rizieq.

Sang ayah lahir tahun 1920-an, sebelum meninggal di Polonia, Jatinegara, berkata kepada seorang anggota keluarganya, ”Tanyakan kepada putra saya ini, kalau sudah besar mau menjadi ulama atau jagoan. Kalau mau jadi ulama, didik agamanya dengan baik. Kalau mau jadi jagoan, berikan dia golok.”. Al Habib Rizieq pun tumbuh menjadi seorang ulama besar yang segani oleh kawan maupun lawan. Menurut sejumlah teman almarhum Habib Husein Syihab merupakan pemimpin Pandu Arab. Al Habib Husein ini pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya Belanda setelah proklamasi kemerdekaan.

Al Habib Husein, yang ketika itu masih berusia 20 tahunan, bekerja di bagian logistik. Di sini beliau punya hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Beliau banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya.

Rupanya pihak NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah lakunya itu, karena ada kawannya sendiri yang tega mengkhianatinya dan melaporkannya pada NICA. Tanpa ampun lagi, Al Habib Husein Syihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan ia diseret dengan kendaraan Jeep. Di penjara beliau divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, berkat bantuan Allah, Al Habib Husein Syihab berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang. Setelah di selamatkan oleh para laskar pimpinan KH. Noer Ali. Beliau selamat, meskipun bagian pantatnya tertembak. Beliau sadar setelah sebelumnya mendapat pertolongan dari KH Noer Ali, pejuang Bekasi yang sangat ditakuti NICA.

Pernah dalam suatu kesempatan Al Habib Muhammad Rizieq Syihab memperlihatkan foto ayahnya dengan istri Bung Karno, Fatmawati, dalam suatu upacara pada awal kemerdekaan. Al Habib Rizieq menyatakan bangga terhadap ayahnya punya semangat nasionalisme yang tinggi dan ikut membakar para pemuda Arab melawan Belanda melalui Pandu Arab Indonesia serta merupakan seorang pejuang kemerdekaan.

Ayah Al Habib Husein Syihab yaitu Al Habib Muhammad Syihab, dahulu pernah memiliki ratusan delman dan memiliki istal kuda di depan RS Pelni. Delman yang bertrayek Tanah Abang ke Kebayoran Lama ini pernah diganggu oleh preman yang mengaku anak buah si Pitung, jagoan Betawi yang dibenci Belanda.

Seperti dituturkan Al Habib Muhammad Rizieq, kakeknya itu langsung menemui singa betawi si Pitung. Ternyata preman tersebut bukanlah anak buah si Pitung dan si Pitung pun merasa tidak senang namanya dicatut. Rupanya pertemuan itu malah membuat dua tokoh Betawi tersebut menjadi akrab. Akhirnya, Al Habib Muhammad dikawinkan dengan ponakan Pitung dari Koebon Nanas, Kebayoran Lama. Dari perkawinan ini lahirlah Al Habib Husein Syihab, ayah dari Al Habib Muhammad Rizieq Syihab. Jadi, bisa dibilang bahwa Al Habib Rizieq masih termasuk cucu Pitung sang singa betawi.

Semenjak ayahnya meninggal Al Habib Muhammad Rizieq Syihab tidak dididik di pesantren. Namun, sejak berusia empat tahun Beliau sudah rajin mengaji dari masjid ke masjid. Ibunya yang sekaligus berperan sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin, sangat memperhatikan pendidikan Al Habib Muhammad Rizieq Syihab

Pendidikan sekolahnya dimulai di SDN 1 Petamburan, SMP 40 Pejompongan, SMP Kristen Bethel Petamburan Jakarta, SMAN 4 Gambir, dan SMA Islamic Village (Tangerang) sampai pada tahun 1982. Kemudian tahun 1983 kuliah di LIPIA selama setahun kemudian Habib mendapat beasiswa dari OKI untuk melanjutkan studi S1 di King Saud University, jurusan Dirasah Islamiyah, Fakultas Tarbiyah. Tahun 1990 Habib Rizieq berhasil menyelesaikan studinya dan sempat mengajar di sebuah SLA di Riyadh selama 1 tahun lalu kembali ke Indonesia pada tahun 1992. Studinya ke King Saudi University, Arab Saudi, yang diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan predikat cum-laude. Beliau tinggal di Arab Saudi kurang lebih selama 7 - 8 tahun. Selanjutnya Al Habib Muhammad Rizieq Syihab juga telah menyelesaikan Studi Islam S2 dan S3 di Universitas Antar-Bangsa Malaysia.

Sebelum Beliau sekolah di luar negeri, Beliau juga sering menghadiri berbagai majelis taklim yang ada di Jakarta serta belajar pada para ulama dan Habaib yang ada di Jakarta.
Setelah pulang ke Indonesia beliau mulai mengajar bahkan menjadi kepala sekolah Madrasah Aliyah Jamiat Kheir, Jakarta. Selain itu, sekarang ini beliau masih menjabat sebagai Mufti Besar Kesultanan Darul Islam Sulu (gelar: Datuk Paduka Maulana Syar'i Sulu) Malaysia. Jadi, gelar DPMSS merupakan singkatan dari mufti sulu.

Beliau menikah pada 11 September 1987 dengan Syarifah Fadhlun serta dikaruniai 7 orang anak perempuan : Rufaidah Syihab, Humairah Syihab, Zulfa Syihab, Najwa Syihab, dan Mumtaz Syihab, Fairuz Syihab dan Zahra Syihab. Anak-anak tersebut disekolahkan di Jami’at Khair, dan juga didatangkan guru privat (ilmu agama dan umum).

Al Habib Muhammad Rizieq Syihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam (FPI) tanggal 17 Agustus 1998 atau tanggal 25 Robi’utsani 1419 H. Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Beliau dalam menegakkan amar maruf nahi munkar memang tegas dan tanpa pandang bulu. Organisasi yang mencanangkan Gerakan Nasional Anti Maksiat pada awal berdirinya. Maka, berbagai kritik, kecaman, tuduhan, tudingan, fitnah dan caci maki, teror, ancaman dan intimidasi kerapkali dialamatkan pada Habib dan organisasi ini.


Berbagai ujian dan cobaan menghantam Habib, serta para aktivis yang tergabung dalam FPI. Pada tanggal 3 Sya’ban 1419 H/ 22 November 1998 terjadi Peristiwa Ketapang, Jakarta, 22 November 1998, sekitar 200 anggota massa FPI bentrok dengan ratusan preman. Peristiwa ini menyeret FPI ke dalam tragedi berdarah yang menggemparkan dunia. Bahkan pada tanggal 11 April 1999 Al Habib Rizieq ditembak orang tak dikenal.

Alhamdulillah.. atas berkat pertolongan Allah SWT beliau selamat dari usaha pembunuhan tersebut. Setahun kemudian yaitu sepanjang tahun 2000 terjadi penangkapan besar-besaran terhadap aktivis FPI diberbagai wilayah.

Benarlahlah kata pepatah “semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menerjang”. Begitulah yang dialami oleh Al Habib Rizieq beserta para aktivisnya yang tergabung dalam FPI harus keluar masuk penjara serta menghadapi berbagai badai fitnah, cacian dan ancaman.

Tepatnya pada tanggal 16 Oktober 2002 Al Habib Rizieq dipenjara dalam rumah tahanan Polda Metro Jaya tanpa ada alasan yuridis yang jelas. Kemudian dilanjutkan dengan tahanan rumah, lalu penangguhan penahanan hingga 20 April 2003. Akan tetapi, pada 21 April 2003 Al Habib Rizieq kembali dijebloskan ke penjara rumah Tahanan Salemba. Hal ini pun tanpa alasan hukum yang jelas.

Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2008 Habib Muhammad Rizieq Syihab divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau AKKBB pada peristiwa Insiden Monas 1 Juni. Hal ini pun tanpa alasan hukum yang jelas.

Al Habib Rizieq sangat paham dan mengerti bahwa berbagai penahanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberangusan dakwah Habib bersama FPI dan gerakan amar maruf nahi munkarnya. Berbagai alasan dibuat, pasal berlapis disiapkan dan kedzoliman atas nama hukum dilakukan.

Namun, apapun bentuk kedzoliman yang dilakukan Alhamdulillah.. FPI tetap eksis dan konsisten dengan perjuangan amar maruf nahi munkar. Bahkan jumlah anggota FPI semakin banyak. Diberbagai daerah dari ujung Merauke Aceh sampai ke berbagai pulau yang ada di Indonesia dideklarasikan cabang-cabang FPI. Bahkan di Malaysia telah berdiri cabang FPI. Di negara lainpun seperti di Hadhramaut Yaman, Kairo Mesir telah terdapat cabang FPI yang tergabung dalam FMI (Front Mahasiswa Islam) yaitu organisasi sayap FPI.

Tidaklah heran jika Sulthanul Ilmi Al Habib Salim As Syathiri pimpinan Ribat Tariem Hadhramaut Yaman pernah berkata dalam Haul ayahandanya Al Quthb Al Habib Abdullah bin Umar As Syathiri, “Bahwa para habaib, ulama, shalihin serta aulia banyak sekali di bumi ini termasuk di Indonesia. Akan tetapi, sangat jarang sekali ada seorang habib yang berani seperti Habib Rizieq. Mungkin adanya hanya 800 tahun sekali itu juga dulu ketika zaman Al Imam Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi”.

Al Habib Rizieq berdakwah memang bukan saja melakukan amar maruf nahi munkar dan berjihad, akan tetapi Al Habib Rizieq bersama FPI melakukan berbagai bakti sosial diberbagai penjuru negeri yang ada di Indonesia. Hal ini tentu mengundang simpati masyarakat dan berbagai kalangan. Sangat berbeda jauh dengan pemberitaan-pemberitaan diberbagai media sosial yang selalu menyudutkan atau memojokkan Habib dan FPI. Beberapa bakti atau aksi sosial yang dilakukan oleh Al Habib Rizieq bersama FPI adalah sebagai berikut :

1. Menjadi evakuator mayat terbanyak ketika terjadi Tsunami di Aceh
    Menteri Sosial ketika itu, Dr. Salim Segaf mengapresiasi kontribusi FPI selama ini. "Saya     pernah        mengunjungi Habib Rizieq dan kawan-kawan FPI ketika bencana tsunami 
    Aceh, saya salut kepada      FPI yang telah mengevakuasi puluhan ribu mayat ketika itu,"     ujarnya.

   "Saat bencana Tsunami Aceh saya bertemu Habib Rizieq, ternyata beliau dan laskar FPI      itu tinggal    kuburan dengan mendirikan tenda-tenda bukan di hotel. Habib Rizieq     
   memimpin laskar untuk  mengevakuasi mayat selama 4 bulan, Subhanallah inilah yang  
   FPI lakukan. Bayangkan, tinggal di      kuburan, kita semalam aja udah takut, ini 4 bulan,"    ujar menteri sosial menceritakan. 

   Dalam peristiwa bencana tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, dengan biaya sendiri serta   
   peralatan   seadanya FPI berhasil mengevakuasi sekitar 100 ribu mayat, banyak mayat  
   yang sulit dievakusi    namun bisa diatasi oleh anggota FPI, bahkan relawan FPI-lah yang    menemukan mayat, Juru bicara      Aceh, Sayed Husaini. Namun sayang jasa besar FPI 
   itu, hampir tidak diberitakan sama sekali oleh      media-media sekuler. Dalam tugu      
   Tsunami disitu ditulis bahwa FPI merupakan yang terbanyak  dalam mengevakuasi mayat 
   sedangkan urutan selanjutnya adalah TNI Polri dan lembaga lainnya.

2. Aksi kemanusiaan FPI di lokasi banjir dan kebakaran seperti di Jakarta, hal ini    
    merupakan rutin dilakukan karena Jakarta merupakan daerah yang sering terkena banjir.     posko untuk  menyalurkan bantuan kepada korban banjir berdiri hingga ke berbagai   
    pelosok Jakarta. Bahkan tak     jarang Imam Besar FPI Al Habib Rizieq juga langsung 
    terjun ke lapangan.

3. Gempa Padang
    Seperti halnya di Aceh relawan FPI juga banyak yang turun ke Padang. Bahkan hingga 
    berbulan  bulan menolong korban gempa.
4. Letusan Merapi Yogya
5. longsor Leuwi Gajah
6. air bah Morowali
7. Jebolnya tanggul Situ Gintungg Tangerang.
8. Tsunami di Pangandaran

9. Longsor di Ciwidey Bandung dan berbagai tempat lainnya yang mengalami bencana 
    Relawan FPI selalu terdepan.
10. Bantuan untuk Palestina rutin setiap tahunnya tak kurang dari Rp. 1.000.000.000,- (Satu
      Milyar Rupiah).
11. Pembagian sembako bagi orang-orang yang tidak mampu di berbagi tempat.
12. Banjir Bandang yg baru baru ini menimpa Garut Jawa Barat.

Kerjasama FPI dengan Kemensos RI secara nasional dalam Program Bedah Kampung. Ribuan rumah miskin di puluhan kampung Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, dan Gresik, berhasil dibedah.

Kerjasama FPI dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyah kepada Islam. Ribuan pengikut Ahmadiyah taubat dan masuk Islam. Seperti di Tenjo Waringin Tasik, 800 warga Ahmadiyah kembali pada Islam.

Sejumlah Pemda di berbagai Daerah bekerjasama dengan FPI dalam program kebersihan lingkungan, penyuluhan kesehatan, pemberantasan hama pertanian, penghijauan lahan gundul, dan sebagainya.

Bahkan pernah ada kerjasama FPI dengan almarhum Taufiq Kiemas Pimpinan MPR RI dalam pemantapan Empat Pilar RI. FPI tidak pernah menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika selama ditafsirkan secara benar dan lurus.

Maka itu Mantan Menteri Dalam Negeri Indonesia Gamawan Fauzi pernah mengimbau agar Kepala Daerah bisa menjalin kerja sama dengan organisasi masyarakat ini.

Bahkan saat ini FPI sedang melakukan upaya pencegahan banjir Jakarta dengan mereboisasi daerah hulu sungai yang mengarah ke Ibu Kota. Lokasi bertempat di Pesantren Agrikultural dareah Gunung Pangrango, Puncak. Pada Januari FPI menanam sekitar 40 ribuan pohon.

Ketua FPI Habib Rizieq Sihab menargetkan agar di bulan Desember ada 300 ribu pohon tertanam di sana. Sehingga dua tahun kedepan ada satu juta pohon untuk reboisasi hutan Lokasi. Di daerah tersebut ada empat aliran sungai yang mengarah ke Jakarta.


Aksi sosial tersebut merupakan sebagian kecil yang sudah disumbangkan oleh FPI untuk masyarakat dan bangsa Indonesia. Masih banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya yang telah dilakukan oleh Al Habi Rizieq Syihab bersama FPI.

Sumber : Wikipedia